Pelaku Pencabulan Dites Kejiwaan

228

Margonda | jurnaldepok.id
Polisi akan segera melakukan tes kejiwaan terhadap M Arsad, 26, penghina Presiden Joko Widodo yang juga melakukan penculikan serta pencabulan di Depok. Tes kejiwaan dilakukan untuk mengetahui apakah tersangka mengidap kelainan jiwa atau tidak. Karena tersangka sudah dua kali menculik anak dibawah umur dan hendak dicabuli.

“Kami akan lakukan tes kejiwaan terhadap pelaku,” ujar Kapolresta Depok Kombes Pol Harry Kurniawan, Rabu (13/7).

Dirinya menambahkan tes kejiwaan akan dilakukan dalam waktu dekat. Polisi rencananya melibatkan psikolog dari Universitas Indonesia (UI). Sedangkan korban saat ini masih dalam kondisi trauma. Pihaknya akan menyediakan jasa psikolog jika keluarga korban bersedia.

“Trauma healing kami sediakan. Saat ini korban masih dalam trauma berat,” katanya.

Sementara itu Sekjen Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda yang sempat Arsad alias Imen mengungkapkan jika pelaku ternyata sudah empat kali melakukan pencabulan terhadap anak-anak.

“Pengakuan sudah ada empat anak yang menjadi korban,” tuturnya.

Dia menjelaskan keempat korbannya itu hampir mendapat perlakuan yang sama. Para korban dirayu dengan iming-iming uang dan kemudian dibawa ke villa di kawasan Puncak, Bogor. Para korban seluruhnya adalah anak-anak. “Usianya antara 7-10 tahun,” ungkapnya.

Seluruh korban Arsad adalah perempuan. Biasanya, dia memantau korban yang berjalan tanpa orang tua. Kemudian korban didekati dan ditawari uang. “Motifnya seluruhnya hampir sama. Dan korban juga diperlakukan hampir sama,” pungkasnya.

Sebelumnya, Arsad menculik F, 10 dan membawa ke Puncak, Bogor. Disana dia menyewa villa dan menyekap korban untuk docabuli. Beruntung korban diselamatkan petugas keamanan yang mendengar teriakan korban. Selanjutnya dilaporkan ke polsek setempat. “Pelaku sempat membuka celananya dan juga membuka celana korban. Tapi korban berteriak sehingga didegar oleh warga dan warga langsung mengamankannya,” tandasnya.

Saat ini pelaku diamankan di Polresta Depok. Masih didalami berapa jumlah pasti korban yang pernah diculik dan hendak dicabuli pelaku.n Nur Komalasari

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here