Kombinasi Mutasi Pejabat

249
Pradi Supriatna

Cipayung | jurnaldepok.id
Rencana mutasi dan rotasi pejabat di lingkup Pemerintahan Kota Depok kian matang. Beberapa calon pejabat bahkan telah mengikuti proses uji kelayakan dan kepatutan belum lama ini. Walikota-wakil walikota Depok pun telah mengantongi beberapa nama calon pejabat setingkat kepala dinas, camat dan lurah.

Meskipun masih malu-malu, Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengatakan bahwa mutasi dan rotasi pejabat yang akan dilakukan pada Agustus nanti tidak seluruhnya diisi oleh wajah baru.

“Insha Allah sudah ada, yang pasti ada namun beberapanya belum. Pasti ada evaluasi kinerja kepada dinas. Nggak juga wajah baru, masih ada (yang lama, red), ya liat saja nanti,” ujar Pradi kepada Jurnal Depok, Rabu (13/7).

Ia menambahkan, bahwa proses mutasi dan rotasi pejabat dilakukan secara professional. Selain itu juga berangkat dari kinerja dan evaluasi.

“Tidak ada bahasa like or dislike, semua berangkat dari kinerja dan kemampuan. Jadi menempatken seseorang harus sesuai dengan kemampuan dan mungkin keinginan juga, karena ada asasmen yang dilakukan oleh tim,” paparnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Depok, H Igun Sumarno pun telah memberikan masukan kepada walikota-wakil walikota Depok, Mohammad Idris-Pradi Supriatna agar tidak asal tunjuk dalam menentukan posisi jabatan setingkat kepala dinas, camat hingga lurah.

“Seluruh warga Depok sangat berharap banyak pembaruan terutama reformasi birokrasi. Kami berharap penempatan kepala-kepala dinas, camat dan lurah harus sesuai dengan disiplin ilmu dan latar belakang pengalaman birokrasinya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, bahwa selama ini tugas dan fungsi Badan Pertimbangan Jabatan dan Pangkat (Baperjakat) di Kota Depok kurang maksimal, bahkan terkesan tidak dilibatkan setiap kali ada mutasi maupun rotasi jabatan.

“Contoh, kalau dokter ya kembali ke rumah sakit untuk merawat orang sakit karena kita masih banyak kekurangan tenaga medis. Sarjana pertanian dan hukum ya jangan ngelola pendidikan, kembali ke bidangnya masing-masing,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pada tahun 2015 kemarin banyaknya Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) ternyata tak lepas dari peran kepala dinas yang dianggapnya tidak menguasi pekerjaannya.

“Setelah kami tanya di antara jawaban dari TAPD karena masih banyak pekerjaan atau program yang kadis nya saja belum tau,” ungkapnya.

Namun begitu, Igun merasa yakin dengan kepemimpinan Idris-Pradi. Terlebih, kata dia, Idris telah berpengalaman menjadi wakil walikota Depok selama lima tahun. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here