298 RT/RW Dilantik

268

Cipayung | jurnaldepok.id
Sedikitnya 298 ketua RT dan RW di wilayah Cipayung dilantik. Acara yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Cipayung dihadiri langsung oleh Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna.

“Ketua RW yang dilantik sebanyak 257 dan ketua RT 41.Ada wajah lama juga ada wajah baru,” ujar Asep Rahmat, Camat Cipayung kepada Jurnal Depok, Rabu (13/7).

Dengan dilantiknya ketua RT dan RW untuk masa bakti 2016-2019, diharapkan mampu menjalin sinergi dengan pemerintah terutama lurah dan camat di wilayah. Asep juga berharap para ketua RT dan RW dapat turut serta mewujudkan visi Kota Depok sebagai kota yang unggul, nyaman dan religius.

Dalam kesempatan itu Asep juga menyampaikan rasa terimakasihnya kapada para ketua RT dan RW yang telah menjalin sinergi dengan aparatur pemerintahan di tingkat kecamatan. Asep juga meminta maaf atas kinerja yang dirasa masih belum maksimal.

“Dari itu kami mengajak kepada Pak RT dan Pak RW yang baru, untuk sama-sama membangun Cipayung yang unggul,nyaman dan religius, hal tersebut ada di tangan kita semua. Kami juga berterimakasih kepada panitia yang ada di tiap-tiap lingkungan yang telah maksimal dalam menjalankan tugasnya,” paparnya.

Anggota DPRD Kota Depok, HM Sakam dalam sambutannya meminta kepada ketua RT dan RW di wilayah Kecamatan Cipayung agar mampu menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat.

“Menjaga kepercayaan itu tidak mudah, jadi tetap itu harus dilakukan. Kami akan mendorong pemerintah agar perhatian terhadap ketua RT, RW dan LPM lebih ditingkatkan lagi,” tandasnya.

Tak hanya itu, Sakam juga meminta kepada camat dan lurah untuk mengajak para ketua RT, RW dan LPM Minggon setiap minggunya. Hal itu, kata dia, perlu dilakukan agar informasi sekecil apapun sampai ke ketua lingkungan.

Tokoh masyarakat Cipayung, Babai Suhaimi dalam kesempatan itu mengatakan bahwa RT dan RW bukan aparatur pemerintah, namun lembaga sosial kemasyarakatan. Namu dari sisi teknis, kata Babai, ketua RT dan RW dalam tugasnya membantu pemerintah baik di tingkat kelurahan maupun kecamatan.

“Jadi tidak benar jika Pak RT dan Pak RW merupakan lawan atau pengawas kelurahan dan lainnya, namun RT dan RW adalah lembaga yang di dalamnya bermitra kepada pemerintah untuk mensukseskan pembangunan di lingkungan,” katanya.

Mantan Anggota DPRD Depok itu juga mengatakan, berdasarkan peraturan daerah RT dan RW perlu ada sebuah perubahan ke depan. Dari itu, dirinya mengusulkan kepada DPRD agar mengubah perda itu karena tidak sesuai lagi dengan kondisi yang ada saat ini. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here