Puluhan Orangtua Ngamuk

256

Margonda | jurnaldepok.id
Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di kota Depok ricuh. Hal ini dikarenakan banyak server mati, sehingga tidak bisa log in masuk pendaftaran. Tidak terima dengan keadaan dan carut marutnya pelaksanaan PPDB, puluhan orang tua siswa menggeruduk Kantor Dinas Pendidikan Kota Depok guna meminta penjelasan.

Salah satu orang tua siswa tampak kesal lantaran dirinya tidak bisa mendaftarkan anaknya via online. DD (42) warga Kecamatan Sukmajaya menilai Dinas Pendidikan Kota Depok tidak becus memberikan pelayanan terhadap siswa yang ingin mendaftarkan diri ke SMA Negeri.

Ia mengungkapkan putri kandungnya sejak aktivasi account kemarin tidak bisa login dan memilih SMAN 3 Depok dan SMAN 4 Depok sebagai pilihannya. Padahal, dua tahun lalu ia juga pernah mendampingi putrinya, tapi tak seribet ini.

“Saya kesal putri saya untuk login ke website aja gak bisa. Setelah aktivasi loginnya nggak bisa, katanya tulis nomer peserta dan password dengan benar, padahal sudah benar, tapi tetap aja nggak bisa log in,” ungkapnya.

Menurutnya Dinas Pendidikan Kota Depok terkesan menutup-nutupi informasi mengenai jangka waktu yang diberikan untuk siswa yang ingin melakukan pendaftaran.

“Saya baru tahu kalau ternyata pendaftaran dibuka selama 24 jam. Saya pendaftaran hanya sampai jam 2,” ucapnya.

Orang tua siswa lain yakni Mirna Muska (44) Warga Cibubur, Depok datang pagi-pagi ke Dinas Pendidikan Kota Depok untuk meminta penjelasan terkait gangguan PPDB. Setelah menunggu tiga jam lamanya salah satu staf memberikan informasi mengenai ganggu tersebut.

“Sudah ketemu dengan pihak Dinas Pendidikan. Sekarang tinggal menunggu satu persatu. Saya sampai sini pukull 08.00 WIB tapi pihak Disdik baru menemui kami pukul 10.00 WIB,” tuturnya.

Dirinya menjelaskan kedatangnya ke Disdik lantaran pendaftaran putranya tak bisa masuk ke dalan server. Alasannya, password dan nomer peserta tidak dimasukan dengan benar.

Ia mencium gelagat keanehan. Menurutnya apabila masalah password mengapa harus dateng ke Dinas Pendidikan Kota Depok dan tidak bisa di reset oleh penggunannya sendiri. Selain itu, kejadian serupa juga dialami oleh banyak orang tua murid.

“Aktivasi account sudah, tapi loginnya tidak berhasil. Ada tulisan nomer peserta dan password yang dimasukan salah,” tambahnya.

Dia menambahkan rencananya putranya akan memilih SMAN 2 Depok, atau SMAN 3 Depok. Ia berharap dengan NEM 35.25 putranya bisa masuk diantara dua SMAN tersebut.

“Mau daftar ke SMAN saja tidak bisa. Rencananya mau daftar ke SMAN 2 atau SMAN 3,” katanya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Julianto (54). Warga Kecamatan Cipayung merasa ditipu oleh Dinas Pendidikan Kota Depok, pasalnya SMAN yang menjadi pilihan anaknya tiba-tiba hilang dari website.

“Awalnya anak saya menentukan dua pilihan SMA Negeri. Pilihan Pertama dijatuhkan kepada SMAN 6 Depok. Sedangkan pilihan kedua untuk SMAN 12 Depok. Namun waktu dicek kembali pada siang hari diserver ternyata SMAN 12 ditiadakan. Padahal, bukti pilihannya sudah tercatat di tanda bukti pengajuan pendaftaran peserta didik 2016-2017,” jelasnya.

Sementara itu, ketika ingin dimintai konfirmasi terkait gangguan PPDB, pejabat Dinas Pendidikan Kota Depok tidak ada yang berada di tempat.

Menurut salah satu staff Disdik semua pejabat sedang berada rapat di Bandung. “Lagi rapat semua di Bandung,” tandasnya.n Nur Komalasari

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here