Kampung 99 Disegel

568
Kota-Depok-saat-memasang-segel-di-salah-satu-kandang-kambing-milik-tempat-wisata-Kampung-99

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok akhirnya melakukan penyegelan terhadap tempat wisata Kampung 99 yang berada di wilayah Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoran Mas.

“Kami lakukan penyegelan pertama karena memang tidak memiliki izin, kedua ada permasalahan yang mengganggu masyarkat di sekitar yang menyebabkan bau kotoran hewan ternak,” ujar Yamrin Madina, Kepala Bidang Penegakkan Aturan Satpol PP Kota Depok, Kamis (23/6).

Ia menjelaskan, bangunan yang disegel dalam kesempatan itu di antaranya satu kandang sapi dan dua kandang kambing. Meskipun pihak Kampung 99 tengah menjalankan rekomendasi yang diberikan dinas terkait, namun pihaknya tetap melakukan penyegelan dengan alasan kawasan itu tidak memiliki izin.

Dari itu, pihaknya meminta pengelola Kampung 99 untuk mengurus perizinannya terlebih dahulu baik yang berkaitan dengan IMB, sertifikat dan lainnya. Untuk membuka segel tersebut pihaknya akan melihat terlebih dahulu sejauh mana progres yang telah dilakukan oleh pengelola Kampung 99.

“Kami lihat progresnya setelah lebaran ada atau tidak, masih bau atau nggak nih. Kami juga meminta pihak pengelola untuk mengurangi hewan ternak yang ada di sini,” paparnya.

Meski sudah dilakukan penyegelan, namun pihaknya mempersilahkan karyawan yang ada di lokasi tersebut tetap melakukan aktivitas seperti mengurus hewan ternak.

Perwakilan Pengelola Kampung 99, Bagas mengatakan dirinya tidak mengerti dan paham apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Depok yang menyegel tempat wisatanya. Padahal, kata dia, rekomendasi dari beberapa dinas terkait seperti pelesterisasi, pembuatan bio gas dan lainnya telah dilakukan.

“Kami sudah menjalankan rekomendasi yang diarahkan oleh dinas. Kami nggak paham apa yang dilakukan. Tapi intinya kami telah mengikuti aturan yang sudah ada. Regulasi yang ada di Depok ini kami ikuti,” tanggapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa proses perizinan boleh ditanyakan langsung ke OPD terkait. Dikatakannya, bahwa pihaknya telah melakukan proses perizinan sesuai prosedur yang dimulai dari RT dan RW.

“Ada sekitar 20 orang karyawan yang mengurus hewan ternak kami, kami minta mereka tetap memberi makan jangan sampai hewan ternak kami mati kelaparan,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here