Geng Motor Diringkus

297
Inilah komplotan geng motor yang berhasil diringkus

Margonda | jurnaldepok.id
Empat orang sudah ditetapkan dalam kasus pengeroyokan terhadap Club Suzuki Satria FU (CSSFU). Keempat tersangka itu antara lain AF (19); FNR (17) ; AA (16) dan IG (19). Kini keempat tersangka itu masih menjalani pemeriksaan intensif.

Keempat pelaku tersebut diamankan pada Minggu (19/6) sekitar pukul 03.30 WIB tak lama setelah melakukan penyerangan.

Keempat tersangka diamankan tak lama setelah mereka melakukan penyerangan di depan Masjid Al Huda, Grand Depok City (GDC) pada Minggu dinihari. Mereka diamankan tanpa perlawanan.

“Dari mereka kedapatan membawa senjata tajam yaitu golok. Senjata tajam itu dibawa oleh AF dan FNR,” kata Kapolresta Depok AKBP Harry Kurniawan, Senin (20/6).

Ia mengungkapkan ketika diperiksa, kedua orang itu tidak dapat mengelak. Mereka mengaku membawa sajam. Setelah dilakukan pemeriksaan selanjutnya tersangka mengakui telah melakukan pengeroyokan bersama tersangka lainnya. Mereka mengeroyok Rizky Wahyudi secara membabibuta.
“Setelah itu mereka pergi dari lokasi kejadian,” ungkapnya.

Keempat tersangka melakukan pengeroyokan dengan cara memukul korban. Korban pun tak bergeming karena hanya seorang diri. “Korban mengalami luka-luka dan sudah diberi pengobatan,” katanya.

Motif pengeroyokan ini diduga karena cemburu. Pasalnya, salah satu pelaku sedang mencari pemuda yang menggoda pacarnya. Saat melintas, geng motor ini bertemu dengan club motor itu. Kemudian terjadilah pengeroyokan serta perusakan motor.

“Sebelumnya tersangka sempat menegur korban dan terjadi cekcok. Kemudian terjadi pengeroyokan terhadap korban,” ungkapnya.

Para tersangka pun kini mendekam sel Polresta Depok. Mereka dijerat pasal 170 KUHP dengan ancaman lima tahun.

Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Teguh Nugroho menambahkan, selain mengamankan tersangka, pihaknya juga mengamankan satu buah golok yang dibawa tersangka. Kemudian dilakukan visum atas korban yang telah dikeroyok. Selanjutnya pihaknya melakukan pemeriksaan dan pendalaman saksi dan korban.

“Kami juga berkordinasi dengan Bappas karena ada dua pelaku yang usianya masih dibawah umur,” tandasnya.n Nur Komalasari

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here