Disdik Waspadai Warga Pura-pura Miskin

293
Herry Pansila

Margonda | jurnaldepok.id
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok rupanya tak mau kecolongan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang bakal digelar dalam waktu dekat ini. Disdik akan memberlakukan aturan secara ketatat termasuk pengamatan secara fisik bagi warga yang mengaku-ngaku miskin.

“Memang sudah ada laporan seperti warga mampu ia pakai perhiasan, menggunakan mobil pribadi dan HP nya canggih namun masih menggunakan Jamkesda,” ujar Herry Pansila, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Senin (13/6).

Ia menambahkan, untuk meminimalisir hal itu, pihaknya senantiasa berkoordinasi dengan dinas terkait yakni UPT Jamkesda. Hal itu tak lain untuk mencegah terjadinya perbuatan curang dalam PPDB mendatang.

“Kami terus antisipasi, mudah-mudahan dengan KIS mampu mengeliminasi orang-orang yang menggunakan Jamkesda, jelas kami tolak. Keliatan kok dari penampilan fisik, cincinnya banyak dan lainnya,” paparnya.

Lebih lanjut ia bercerita, kadang kala sekolah memancing dengan meminta nomor hand phone dari calon orang tua siswa yang mengaku miskin.

“Namun pas dikeluarin nomornya banyak, HP nya juga banyak dan canggih-canggih. Ada caranya lah sekolah untuk benar-benar mengetahui orang itu benar miskin atau tidak,” terangnya.

Tak hanya itu, sambungnya, profil seseorang tidak akan bisa dibohongi dengan mereka mengaku sebagai warga miskin.

“Yang tampangnya melas ya memang melas, namun yang tampangnya ada mau dimelas-melasin juga tidak bisa,” jelasnya.

Namun begitu, mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok tersebut belum bisa memastikan berapa banyak jumlah siswa yang akan diterima masuk sekolah negeri pada tahun ini.

“Ini masih kami rekap jumlahnya, kan ada juga siswa yang tidak naik kelas, belum lagi direkap semua. Peningkatan nggak ada, kan tidak ada sekolah baru. Tidak jauh beda lah dengan tahun lalau,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here