Bulan Puasa, Awas Kebakaran

225
Yayan Arianto

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok mengingatkan warga masyarakat untuk mewaspadai terjadinya kebakaran pada saat bulan Ramadhan. Pasalnya, trend kebakaran di setiap bulan Ramadhan akan meningkat dari bulan biasa.

“Kebakaran di bulan Ramadhan biasanya disebabkan oleh kelalaian manusia. Seperti contoh bulan puasa lalu di Gandul, di mana seorang ibu lagi nyeterika, namun ketika ia pergi Shalat Tarawih lupa dicabut. Begitu juga di Bojongsari, lagi masak air kemudian ditinggal Tarawih, juga kebakar,” ujar Yayan Arianto, Kepala Damkar Kota Depok, kemarin.

Ia menambahkan, sikap terburu-bura dan tertidur pada saat di bulan Ramadhan juga menjadi salah satu faktor terjadinya kebakaran.

“Memang trend nya cenderung meningkat, tahun ini juga kemungkinan bisa meningkat. Kami selalu mengimbau kepada masyarakat agar tidak main petasan terbang, itu juga bisa menyebabkan kebakaran, rumah bisa habis gara-gara petasan,” paparnya.

Tak hanya itu, ia juga meminta kepada masyarakat agar ketika hendak meninggalkan rumah maupun sebelum tidur untuk memeriksa alat-alat kelistrikan dan kompor yang terlihat masih menyala agar dimatikan.

“Kompor perlu diperiksa selangnya jangan sampai bocor, kabel juga begitu jangan sampai ada yang digigit tikus,” ungkapnya.

Lebih lanjut Yayan mengimbau, agar masyarakat dapat melengkapi rumah mereka dengan alat pemadam api ringan (Apar).

“Jadi kalau terjadi kebakaran bisa cepat ditangani sendiri, sehingga api tidak membesar yang bisa menghabiskan rumah. Apar bisa dibeli di mana saja, saat ini sudah tersedia di beberapa toko, harga mulai Rp 300 ribu, setahun dipakai atau tidak harus diisi ulang,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here