Apartemen Mares Alih Fungsi

798
Hamzah

Margonda | jurnaldepok.id
Apartemen Margonda Residence (Mares) 1 dan 2 yang berlokasi di Jalan Margonda Raya, berubah fungsi. Tidak hanya menjadi hunian tetap namun juga disewakan permalam layaknya hotel dengan tarif Rp 350.000 permalam.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Depok, Hamzah. Menurutnya, izin yang dilayangkan pihak Mares adalah apartemen tapi kenapa belakangan fungsinya berubah menjadi hotel, dengan disewakannya beberapa kamar perhari.

“Kalau hotel dikenakan pajak, tapi Margonda Residence izinnya apartemen bukan hotel,” ujarnya, Senin (13/6).

Ia menuturkan disini harus ada ketegasan dari pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terkait pelanggaran yang dilakukan pihak Mares 1 dan 2, dengan menyewakan beberapa kamar yang ada.

“Pemerintah jangan mau dianggap remeh sama pengelola, harus bertindak tegas,” ujarnya.

Dia menegaskan disewakannya kamar di Apartemen Mares 1 dan 2, menjadi beberapa bentuk pelanggaran pihak Mares setelah mengenyampingkan tingkat keselamatan (kebakaran) dengan kecilnya akses jalan masuk mobil pemadam dan fasos fasum.

Menurutnya tak hanya itu, pelanggaran yang dilakukan Apartemen Mares 1 dan 2 cukup banyak. Mulai dari manejemen keselamatan (kebakaran), fungsi dari apartemen, hingga kepada fasos fasum. Bila dilihat lagi semua sudah jelas dalam Peraturan Menteri PU No. 26/PRT/M/2008 tentang Persyaratan Teknis Siatem Proteksi Bangunan Gedung dan Peraturan Menteri PU No. 29/PRT/M/2009 tentang Manejemen Keselamatan Kebakaran Bangunan Kawasan Perkotaan.

“Perda No. 10 tahun 2010 tentang Manejemen dan Penanggulangan Kebakaran dan Perwal No. 14 tahun 2012 tentang Syarat Teknis Sistem Proteksi Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan, dimana di dalam peraturan pemerintah pusat dan peratuaran Daerah Kota Depok semuanya sudah diatur,” ucapnya.

Dirinya memaparkan suatu bangunan gedung wajib membuat akses jalan masuk mobil unit kebakaran, yang tidak terhalang bangunan lain minimal 4 mater. Putaran belokan luar 10,5 Meter, putaran dalam 9,5 meter dan tinggi Gapura minimal 5,30 Meter.

“Tapi di apartemen Mares 1 dan 2 semua itu tidak memenuhi standar. Sudah pernah diberikan permberitahuan dan teguran oleh Dinas terkait tapi tidak indahkan juga,” ujarnya.

Dalam hal ini, Pemkot Depok harus turun untuk mengambil tindakan tegas. Karena kalau terus dibiarkan, yang ditakuti kedepannya akan banyak bangunan berdiri menyalahi aturan. Oleh sebab itu perlu segera ditindaklanjuti.

“Kami selaku Komisi A Bidang Pembangunan telah turun melakukan sidak ke lapangan,” pungkasnya.n Nur Komalasari

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here