Tolak Pemangkasan PNS

270
PNS Depok saat melaksanakan apel pagi

Cipayung | jurnaldepok.id
Walikota Depok, Mohammad Idris secara tegas menolak pemangkasan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diwacanakan oleh pemerintah pusat. Idris mengaku, bahwa Depok belum siap jika hal tersebut jadi diberlakukan.

“Sebenarnya kami menolak, coba kasih kesempatan kepada kami untuk membina, dan realitanya ada tenaga PNS lulusan SMA lebih canggih dari lulusan S1 atau S2, itu kan realitas,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, kemarin.

Idris menambahkan, saat ini jangan selalu berbicara dan berorientasi pada ijazah. Dikatakannya, ijazah gampang dicari, lain halnya dengan ilmu.

“Dari 8.000 PNS Depok jika dirasionalisasi dengan berlandaskan ijazah, maka Depok akan kehilangan 3.000 PNS, karena 3.000 ini memang lulusan SMA ke bawah, bahkan ada satu dua orang yang lulusan SD, namun kerjanya luar biasa,” paparnya.

Dikatakannya, bahwa Depok belum siap melakukan rasionalisasi PNS karena itu merupakan ide kopetensi dan peningkatan kinerja, itu setuju. Namun, jika dipaksakan dengan kondisi saat ini, Idris mengaku belum siap.

“Bisa jadi juga belum ada penggantinya, silahkan kasih pengganti kepada kami, kami akan berikan kepada mereka. Kami juga harus mempersiapkan bagaimana agar mereka tidak menganggur, kasih waktu itu,” tegasnya.

Lebih lanjut ia meminta, agar rasionalisasi dapat dipertimbangkan karena pada dasarnya Depok saat ini masih kekurangan tenaga PNS yang mencapai 100 persen. Pasalnya, PNS yang ada di Depok saat ini berkisar di angka 8.000 PNS, sedangkan idealnya 16 ribu PNS.

“Kalau 3.000 itu diambil kami akan kehilangan tenaga untuk melayani masyarakat dan akan mengacaukan suasana kerja. Ini kami khawatir, adil itu tidak harus sama namun proporsional,” jelasnya.

Tak hanya itu, Idris menilai jika belanja pegawai hingga saat ini masih sedikit belum melampaui 50 persen.

“Multi kultur dan multi etnis serta berbagai masalah di Depok sebagai kota transit dan urban harus jadi pertimbangan. Kalau masalah PNS bolos kami akan lakukan evaluasi,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here