Awas! Tidak Memilih Alias Golput, Bisa Haram

KH Encep Hidayat

Bojongsari | jurnaldepok.id
Pesta demokrasi lima tahunan besok, Rabu (17/4) akan dimulai. Pihak penyelenggara tak terkecuali organisai masyarakat dan keagamaan ikut mengajak dan mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dalam pemilu 2019.

Hal itu pula yang dianjurkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok agar masyarakat dapat menggunakan hak politiknya untuk memilih pemimpin mereka. Pasalnya, jika masyarakat memilih untuk menjadi golongan putih (Golput), maka hal itu bisa menjurus kepada perbuatan haram.

“Bahwa para ulama telah mengeluarkan rekomendasi agar ummat Islam tidak melakukan Golput, ini memang bukan fatwa tapi hasil kesimpulan Komisi Fatwa dalam Munas MUI se Indonesia ke III 2009 lalu tentang penggunaan hak pilih dalam pemilihan umum,” ujar KH Encep Hidayat, Ketua Komisi Fatwa MUI Kota Depok, Senin (15/4).

Ia menegaskan, bahwa masyarakat harus memilih pemimpin yang beriman, bertaqwa, jujur dan seterusnya hukumnya adalah wajib.

“Memilih pemimpin dengan kriteria Sidiq, Amanah, Tabligh dan Fatonah itu hukumnya adalah wajib. Memilih pemimpin yang tidak memenuhi syarat sebagaimana disebutkan pada butir sebelumnya dan tidak memilih sama sekali (Golput,red) padahal ada calon yang memenuhi syarat, maka hukumnya adalah haram,” tegasnya.

Artinya, kata dia, jika tidak memilih pemimpin yang memenuhi syarat Sidiq, Amanah, Tabligh dan Fatonah maka hukum tidak memilihnya adalah haram.

“Dari itu kami mengajak ummat Islam untuk menggunakan hak pilihnya. Kami tidak bisa menilai mana yang memenuhi syarat dan yang tidak memenuhi syarat,” jelasnya.

Di dalam Islam, sambungnya, ketika ada manusia yang melakukan perjalanan (Musafir,red) dengan jumlah tiga orang saja, maka harus ditunjuk salah satu dari mereka untuk jadi pemimpin.

“Apalagi ini menyangkut Negara, jadi Negara harus memiliki pemipin. Dari itu menjadi wajib hukumnya menggunakan hak pilihnya tersebut. Jadi ummat Islam wajib menggunakan hak pilihnya ketika calon pemimpinnya itu memenuhi kriteria Sidiq, Amanah, Tabiligh dan Fatonah. Ketika sudah terpenuhi yang empat itu dan ia tidak memilih (Golput,red) maka akan menjadi haram,” ungkapnya.

Dari itu, lanjutnya, berdasarkan hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa ke III MUI se Indonesia di Padang Panjang, ini menjadi landasan MUI Kota Depok khususnya komisi fatwa mengajak dan mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada esok hari. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here