Lagi Mangkal Di Warung, PSK Terjaring Razia

Satpol PP saat melakukan pendataan kepada PSK yang terjaring razia

Margonda | jurnaldepok.id
Anggota Satpol PP Kota Depok, pada Sabtu (13/4) dinihari mensita minuman berakholol dan sekitar lima Pekerja Seks Komersil (PSK).

Kepala Satpol PP Kota Depok,
Lienda Ratnanurdianny mengatakan,
operasi pekat dilakukan di sejumlah wilayah seperti di Jalan Pitara, Jalan Raya Grogol dan Jalan Raya Pertanian Hek tempat warung dan toko” jamu serta warung remang-remang.

“Dari lokasi itu anggota kami mensita puluhan minuman berakholol dari toko jamu,” ujarnya, kemarin.

Lienda mengatakan, razia dilakukan oleh Tim TRC, Deteksi Dini dan Tim Patroli 247 langsung dipimpin Kasie Transmastibum, R.Agus Muhammad didampingi Dantim M. Nurdiansyah dan Wadanru Sumatra.

“Operasi kami gencarkan mulai dari pukul 23.00 WIB hingga 02.00 WIB, hasilnya anggota mengamankan lima orang diduga PSK dan 111 botol berbagai merek miras disita,” paparnya.

Minuman keras disita dari sejumlah toko jamu dan PSK ada lima orang rata-rata sudah berusia lanjut dari warung remang-remang.

“Untuk PSK sudah kerap kali kami operasi tapi tidak pernah kapok juga. Untuk itu akan kami bawa ke dinas sosial untuk mendapatkan pembinaan khusus,”tambahnya.

Lanjut Lienda, penyelenggaraan Transmastibum ini merupakan tanggung jawab bersama serta kepedulian warga setempat beserta lingkungan dalam pencegahan hal-hal gangguan ketentraman dan ketertiban sangat diharapkan.

“Peran masyarakat dalam menanggulangi masalah Transmastibum ini dapat melalui dengan pendekatan persuasif dan humanis. Termasuk dengan anggota Pol PP kami mengedepankan tindakan non yustisial terlebih dahulu. Apabila sudah sangat membahayakan, maka akan kami tindak secara yustisi. Selain itu akan tetap melakukan patroli 24 jam,” katanya.

Operasi ini diakukan karena adanya laporan masyarakat yang mengaku resah dengan aktivitas penjualan minuman berakholol dan warung remang-remang.

“Mereka ini yang kami amankan wanita di warung remang-remang, ngakunya cuma nongkrong di kosan atau kontrakan,”katanya.

Selain mengamankan para pelaku, Lienda juga menegaskan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan lebih dalam terhadap para pemilik kos-kosan ataupun kontrakan tersebut.

“Kalau mereka menyalahi aturan atau menyalahi peruntukan tempat, tentu akan kami tindak tegas sesuai Peraturan Daerah. Kami akan periksa juga ijinnya,” tegasnya.
Jika terbukti melakukan tindak pidana, maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Selain pendataan dan pembinaan, kami juga melakukan tes urin,” tuturnya.

Terkait hal tersebut, Lienda pun berharap masyarakat bisa berperan aktif untuk turut menjaga situasi di lingkungannya masing-masing. n CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here