Dua Bersaudara Kompak jadi Maling

Inilah pelaku kejahatan rumah kosong yang berstatus saudara

Margonda | jurnaldepok.id
Anggota Reskrim Polresta Depok Unit Jatanras, berhasil meringkus dua pelaku spesialis pencurian rumah kosong di wilayah Kota Depok dan sekitarnya.

Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Deddy Kurniawan mengatakan kedua pelaku IHL (39) dan RS (26) merupakan masih satu saudara atau ipar. Mereka berhasil diringkus di Kampung Siluman Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

“Kedua pelaku ini sudah menjadi target operasi kami lantaran sudah tercatat lima TKP pencurian rumah kosong. Modus pelaku masuk ke dalam rumah untuk mencuri dengan cara mencongkel,” ujarnya, kemarin.

Selama beraksi, kedua pelaku mobile keliling mencari sasaran dengan menggunakan motornya.
Dari penggeledahan petugas dari tangan pelaku didapatkan HP Samsung Note 4, motor Honda Vario, dan baju yang dipakai setiap beraksi.

“Kedua pelaku kami kenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan dengan ancaman pidana diatas lima tahun,” paparnya.

Di lokasi sama Wakapolresta Depok, AKBP Arya Perdana menyebutkan, ada lima lokasi yang menjadi korban pelaku
antara lain, Jalan Kemang Sukmajaya, perumahan Grand Depok City (GDC) Sukmajaya, Jalan KSU Sukmajaya, Cilodong, dan Kalimulya. Mereka berhasil menggasak barang berupa telepon genggam dan laptop.

“Mereka ini modusnya muter-muter ke perumahan atau klaster yang sepi dan mengincar rumah yang ditinggal penghuninya. Kemudian satu pelaku bertindak sebagai eksekutor masuk dengan mencongkel jendela, sementara RS menunggu di motor sambil memantau situasi,” ungkapnya.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyita dua buah telepon genggam milik korban serta satu unit sepeda motor matik berwarna putih yang digunakan setiap kali beraksi.

Dari pengakuan tersangka, IHL (39) sudah lima kali melakukan aksinya di Depok dengan mengincar rumah kosong.

“Saya lakukan pencurian rumah kosong karena faktor ekonomi. Sehari-hari tukang tato di Jatinegara, Jakarta yang sehari buat tato Rp 100 ribu,” katanya.

Dia mengaku saat beraksi bersama adik iparnya memantau perumahan yang dikira kosong.
Lalu, dilihat aman langsung mencongkel pintu dan jendela menggunakan obeng.

“Dijual ke penadah. Hasilnya buat bayar kontrakan kami,” tuturnya.

Sementara itu pelaku adik ipar IHL, RS mengaku dirinya yang sehari-hari berprofesi sebagai sopir angkot diajak oleh abang iparnya.

Dalam beraksi, ia pun meminjam sepeda motor milik istrinya dan mengaku akan pergi bekerja.
“Saya sudah lima kali ikut dia (IHL), sekali beraksi saya dapat bagian satu juta rupiah. Uangnya saya pakai buat kebutuhan sehari – hari sama bayar kontrakan Rp 650 ribu. Soalnya saya narik angkot juga jarang – jarang, uangnya juga enggak cukup buat kebutuhan hidup,”pungkasnya. n CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here