Korban Tol Desari Demo

Aksi demo korban Tol Desari yang menuntut pembayaran lahan

Limo | jurnaldepok.id
Sebanyak 154 pemilik lahan garapan di kawasan eks Situ Krukut diwilayah Rw 01dan sekitarnya di Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, kemarin menggelar aksi unjuk rasa dilokasi pembangunan ruas jalan tol Depok – Antasari (Desari) mendesak agar Pemerintah dalam hal ini Panitia Pembebasan Tanah (P2T) membayar lahan yang sudah pululan tahun diduduki dan diurus oleh warga.

Mulyadi, salah satu warga pemilik garapan seluas 1.600 diwilayah Rt 06/01, Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo mengatakan, belum menerima uang ganti kerugian (UGK), atas lahan garapan miliknya, seraya mengatakan dalam proses pembebasan tanah tol Desari pihaknya baru mendapatkan uang ganti kerugian pohon dan bangunan saja.

“Kami ingin ada kompensasi terhadap semua warga yang memiliki dan menguasasi lahan di eks Situ dan katanya uang pembebasan lahan eks Situ sudah dibayarkan namun masih di titipkan (Konsinyasi), ” ujar Mulyadi kepada Jurnal Depok kemarin.

Hal yang sama dilontarkan oleh Wawan, pemilik lahan diwilayah Rt 01/04 Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo.

“Kami ingin lahan kami dibayar sesuai penetapan tim apraisal waktu dilakukan pemberkasan karena untuk pindah ketempat lain kami harus beli tanah lagi, ” tegas Wawan.

Aksi demo yang dilakukan oleh warga pada Selasa (2/4), mendapat perhatian dan dukungan dari komunitas peduli kingkungan Tim Akar Rumput (TAR), Kota Depok.

Pada kesempatan itu Koordinator Tim Akar Rumput Kota Depok, Djunedy Marpaung bahkan mengatan akan memberikan bantuan advokasi kepada warga guna mendapatkan haknya sebagai pihak yang menguasai dan merawat tanah selama puluhan tahun.

“Warga sudah puluhan tahun bahkan ada yang sudah dari nenek moyangnya tinggal disitu, dan tentunya mereka layak mendapat kompensasi atas tanah yang ditempati, ” tegas Djunedy Marpaung.

Dalam kaitan itu, Marpaung mengatakan akan menyiapkan tim advokasi yang handal guna memenangkan tuntutan para warga. n Asti Ediawan

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here