PCNU Gelar Diklat DKM

Suasana Diklat yang digelar oleh PCNU Depok

Laporan: Rahmat Tarmuji
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Depok menyoroti fungsi masjid di masyarakat. Terlebih lagi, saat ini masa kampanye Pileg dan Pilpres.

“Masjid memiliki fungsi sebagai tempat beribadah dan muamalah. Namun, jangan sampai ada kegiatan yang justru mengganggu fungsi sosial masjid berbasis humanity (kemanusiaan-red). Apalagi, kegiatan sosial yang bertujuan politik,”ujar Ketua PCNU Kota Depok, Ustad Achmad Solechan seusai acara Diklat Manajemen Masjid di Pesantren Al-Karimiyah, Sawangan, kemarin.

Pihaknya berupaya mengembalikan fungsi masjid, artinya merawat dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Ia menambahkan, masjid sebagai pusat peradaban jangan mengabaikan prinsip kemanusiaan.

“Meskipun masjid itu tetangganya orang non muslim yang sedang sakit dan butuh ambulance, maka harus membantunya atas nama kemanusiaan,”terangnya.

Ketua Syuriah MWC NU Sawangan, Rohimi Azhari membenarkan kebanyakan masjid di Depok memiliki program pengadaan mobil ambulance, pengurusan jenazah, santunan anak yatim dan lainnya.

“Sebagaimana di zaman Rasulullah juga, masjid memiliki peran strategis. Para pengurus masjid juga mengikuti jejak Rasul dalam meramaikan serta memakmurkan masjid,”tuturnya.

Ketua Lembaga Tamir Masjid NU Kota Depok, Ustad Rudi S. Halimi mengungkapkan, dalam pelatihan tersebut diikuti sebanyak 30 peserta DKM masjid. Dalam pelatihan tersebut juga diisi materi tentang manajemen masjid, memakmurkan masjid dan lainnya.

“Pelatihan manajemen masjid ini tiap minggu kami adakan keliling di-11 kecamatan. Kami berharap agar para peserta atau pengurus DKM profesional dalam mengelola masjid,” harapnya.

LTMNU Kota Depok juga mengadakan kegiatan Bersih-Bersih Masjid Berkah di 11 Kecamatan setiap hari. n

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here