Ganjil Genap Diberlakukan April, Hoax!

Dadang Wihana

Margonda | jurnaldepok.id
Penerapan nomor ganjil genap kendaraan di Jalan Margonda yang rencananya diberlakukan pada April 2019 dinilai tidak benar atau hoak.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, informasi terkait pemberlakuan aturan ganjil-genap di Jalan Margonda pada 17 April 2019 adalah tidak benar.

“Kebijakan tersebut kami sudah dikaji secara akademis, namun belum akan diterapkan oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dalam waktu dekat,” ujarnya, kemarin.

Dia mengatakan, dalam membuat sebuah kebijakan itu perlu ada proses, melibatkan lintas pemangku kepentingan. Terlebih, Jalan Margonda Raya kewenangannya terbagi-bagi. Ada yang menjadi kewenangan pusat, provinsi Jawa Barat dan Kota Depok.

“Hingga kini BPTJ dan Dishub Kota Depok belum berkoordinasi secara resmi,” paparnya.

Bahkan, sebelum koordinasi pihaknya harus mengelar Focus Group Discussion (FGD) dengan berbagai pihak terkait.

“Kami belum ada penetapan kapan waktu penerapan ganjil genap di Margonda. Karena memang belum ada penetapan kapan pelaksanaannya. Banyak tahapan yang harus dilewati dalam perumusan kebijakan public. Dishub Depok berharap masyarakat tidak mudah terpancing,” ungkapnya.

Menurutnya, setiap usulan dari masyarakat akan ditampung Dishub, sebagai bahan masukan untuk perbaikan lalu lintas Kota Depok.

“Proses kebijakan ini masih panjang dan kami Dishub Depok berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, berupa pengaturan maupun rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan,” ucapnya.

Direktur Prasarana Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Heru Wisnu Wibowo mengingatkan Pemerintah Kota Depok agar tidak hanya memikirkan pembangunan properti, namun juga memperhatikan aspek transportasi.

Hal ini dinilai penting, lantaran Depok adalah salah satu kota penyanggah ibu kota yang memiliki andil sebagai penyumbang kemacetan.

Salah satu kawasan di kota tersebut yang menjadi sorotan BPTJ dari segi arus lalu lintas adalah Jalan Margonda.

Heru menilai, kawasan tersebut telah dipenuhi dengan pemukiman vertikal atau apartemen dan pusat perbelanjaan yang terkesan tidak memperhatikan kondisi ruas jalan.

“Seperti kita tahu, Senin-Jumat kebanyakan orang Depok kerja di Jakarta. Nah, kemacetan itu akan terjadi di kota tersebut pada saat weekend atau Sabtu-Minggu. Waktu itu saya pernah bicara dengan Dinas Perhubungan (Dishub) setempat, katanya mau menerapkan ganjil genap di akhir pekan,”katanya.

Wacana itu pun sebenarnya telah lama digulirkan oleh Dishub Kota Depok. Namun nyatanya sampai saat ini belum ada keterangan lebih lanjut.

Terkait hal itu, Heru pun memberi bocoran, kebijakan tersebut bakal direalisakan usai Pemilu 2019 mendatang. n CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here