Adu Data Kepemilikan Lahan Deadlock

0
22
Suasana gelar data terkait polemik sengketa tanah

Limo | jurnaldepok.id
Saling Klaim tanah seluas 1.000 meter persegi di Jalan Ambara Rt 02/06 Kelurahan Krukut, Kecamatan, Limo antara Husen Sanjaya selaku ahli waris Sainah binti Kutcong dengan PT Megapolitan Developments Tbk masih belum mereda.

Hal itu dapat dilihat dari gagalnya upaya pihak PT Megapolitan yang sudah dua mencoba untuk memagar lahan namun berhasil dihalau oleh, Keluarga Husen Sanjaya.
Untuk mendinginkan suasana, kedua belah pihak sepakat untuk melakukan adu data dengan saling memperlihatkan bukti kepemilikan tanah tersebut.

Acara gelar bukti kepemilikan tanah diselenggarakan di Kantor Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, namun sayang lurah Krukut tidak bisa hadir dalam gelar bukti kepemilikan tanah tersebut lantaran sedang mengikuti Bimtek.



Kepada Jurnal Depok, ahli waris Sainah binti Kutcong, Husen Sanjaya meklaim memiliki tanah seluas 1.000 meter persegi itu berdasarkan Girik nomor 711/1110 tahun 1989 sementara pihak PT Megapolitan mengaku memiliki Sertifikat atas lahan yang dipersengketakan.

“Kami sudah puluhan tahun menguasai dan merawat tanah ini, dan kami juga memiliki bukti kepemilikan berupa Girik, ” ujar Husen Sanjaya kepada Jurnal Depok kemarin.

Sementara Kuasa Hukum Husen Sanjaya, Sutara meminta menegaskan siap untuk mengawal dan memenangkan kliennya dalam masalah ini.

“Hari ini tidak ada pembahasan soal validitas bukti kepemilikan, dan hanya sebatas memperlihatkan masing masing bukti kepemilikan, ” ujar Sutara usai mendampingi Husen Sanjaya pada pertemuan itu.

Sutara menegaskan, dirinya siap mengawal dan membantu kliennya dalam penyelesaian masalah tanah tersebut.

“Kami optimis, bukti kepemilikan girik milik klien kami berharap dan kronologis pemguasaan tanah, klien kamo jauh lebih kuat, ” imbuhnya.

Sementara Sekretaris Kantor Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Abdulloh yang didapuk sebagai mediator meminta kepada kedua belah pihak untuk mengumpulkan semua data bukti kepemilikan untuk kemudian dibuka dalam forum selanjutnya.

“Nanti silahkan dikumpulkan data kepemilikannya dan nanti ada lembaga atau institusi yang akan menilai dan menentukan siapa yang berhak atas tanah itu, ” pungkas Abdulloh. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here