Posyandu Lily Diprediksi Juara Tingkat Nasional

0
182
Ketua TP PKK Kota Depok didampingi kepala OPD, camat dan lurah beserta para kader Posyandu Lily saat penilaian tingkat nasional (dok promentasi)

Bojongsari | jurnaldepok.id
Walikota Depok, Mohammad Idris optimistis Posyandu Lily di RW 15 Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, yang mewakili Jawa Barat dapat meraih peringkat pertama dalam lomba pelaksana terbaik tingkat nasional.

“Dua tahun terakhir posyandu di Depok masuk nominasi ditingkat nasional, tahun ini Posyandu Lily di Pondok Petir masuk nominasi juga di tingkat nasional. Kami opimisis akan menjadi juara di tingkat nasional,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, Selasa (12/3).

Pernyataan tersebut diungkapkan Idris di sela-sela kegiatan verifikasi lapangan bersama tim penilai lomba pelaksana terbaik posyandu tingkat nasional.



Ia menambahkan, Posyandu Lily harus bersaing dengan posyandu perwakilan Bontang dan Yogyakarta.

“Meskipun sudah masuk tiga besar, namun kami tetap ingin menjadi juara satu,” terangnya.

Dikatakannya, persiapan yang dakukan oleh Posyandu Lily baik dari SDM, admistrasi dan sarana prasaranya sudah sangat siap.

“Banyaknya kepesertaan ini nantinya akan terkait dengan peran lurah. Selain itu efektivitas penangan permasalahan fungsi posyandu itu sendiri sebagai wadah kesehatan dasar bisa menyelesaikan persoalan yang sudah ditargetkan,” paparnya.

Camat Bojongsari, Usman Haliyana mengungkapkan penilaian Posyandu Lily telah melalui proses dan perjalanan yang panjang kurang lebih dua tahun.

“Pasca dibangun, kami melihat gedung maupun kadernya, ternyata memang bisa dijagokan untuk tingkat kota. Kalau melihat dari potensi baik SDM, masyarakat maupun admistrainya, Posyandu Lily bisa dibanggakan, ini terbukti Posyandu Lily menjadi yang terbaik di Jawa Barat dan diverifikasi di tingkat nasional,” tandasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, ada 15 inovasi yang dilakukan oleh kader posyandu untuk mengajak masyarakat mempromosikan posyandu.

“Posyandu tidak hanya berfungsi untuk menimbang balita ataupun lansia, tapi lebih dari 26 kegiatan yang harus dilaksanakan di posyandu. Dengan begitu keberadaan posyandu tidak sepi akan tetapi penuh dengan aktivitas,” terangnya.

Sementara itu Lurah Pondok Petir, Anwar Nasihin mengungkapkan, ada beberapa inovasi yang menjadi andalan Posyandu Lily diantaranya Kampung Tahfidz. Kampung Tahfidz ini, kata dia, membiasakan anak-anak untuk membaca Al-Quran yang endingnya dapat memperbaiki budipekerti baik kepada orang tua maupun lingkungan.

“Selain itu ada yang namanya Granat atau gerakan anti nonton televisi mulai dari pukul 18.00-21.00 WIB. Pada jam itu anak-anak dibiasakan untuk mengaji dan belajar, jika masih ada yang menonton TV, maka mereka saling mengingatkan, dan mereka sepakat,” ungkapnya.

Inovasi lainnya yakni membuat daftar piket untuk menjaga kebersihan dan kemananan posyandu.

“Kami rasa Posyandu Lily ini layak menjadi juara di tingkat nasional, karena memiliki kekompakkan, inovasi, SDM maupun admistrasinya,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here