Dibacok Begal, Tangan Syarif Nyaris Putus

0
52
Syarif ketika mendapat perawatan di salah satu rumah sakit

Cipayung | jurnaldepok.id
Syarif Hidayah TatromaN, yang tercatat sebagai pelajar di salah satu SMK di Cipayung tangannya ditebas pelaku kriminal saat berusaha mempertahankan motornya ketika hendak dirampas.

Kakak korban, Muhammad Rifai Tatroman di kediamannya daerah Kampung Sawah, Desa Ragajaya, Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Senin (4/3) mengatakan, kejadian berawal saat adiknya Syarif dalam perjalanan pulang.

“Keadaan korban sedang diboncengin sama temannya satu motor sehabis dari main ke rumah teman daerah Depok. Menjelang waktu solat subuh yaitu sekitar pukul 04.00 WIB tiba-tiba datang dua motor empat orang langsung menyanggong motor berhenti di
Jalan Raya Cipayung, depan SMK Mutadien, Jembatan Serong Cipayung,” ujarnya, kemarin.



Disitu pelaku sambil mengancam menggunakan senjata tajam seperti jenis celurit meminta motor korban. Mencoba mempertahankan motor, Syarif berduel melawan para pelaku dengan tangan kosong hingga jari di pergelangan tangan kiri terluka parah nyaris putus.

Dia mengaku adiknya tersebut berhasil lolos dari serangan para pelaku setelah temannya yang membawa motor langsung teriak begal dan mengundang warga menghampirinya.

“Warga berhamburan datang setelah mendengar teriakan teman korban, para pelaku langsung kabur,” paparnya.

Korban yang mengalami luka parah hingga tiga urat jari di pergelangan tangan kiri putus akibat ditebas senjata tajam pelaku, dilarikan ke RS Citama, Pabuaran.

“Setelah mendapat informasi adik saya dirawat di rumah sakit, Rifai, kedua orang tua kami Redi Badaningsih dan bapak Lasaleh Tatroman langsung ke rumah sakit,”katanya.

Pada Minggu (3/3) pagi sekitar pukul 08.30 WIB, adiknya langsung mendapatkan tindakan operasi menyambungkan urat di tiga ruas jari pergelangan tangan kiri putus.

“Alhamdullilah operasi berjalan lancar, walaupun korban adik saya sampai saat ini masih belum bisa pulang lantaran banyak kehabisan darah karena pendarahan,”katanya.

Sementara itu dari pihak keluarga mengikhlaskan kejadian itu dan menerima sebagai musibah sehingga tidak dilaporkan ke polisi.

“Kami tidak melapor ke polisi. Dalam keluarga jika memang tidak ada yang dirugikan seperti barang hilang maka sudah kami ikhlaskan sebagai musibah sehingga tidak membuat laporan resmi,” ungkapnya.

Kapolsek Pancoran Mas, Kompol Roni Agus Wowor mengatakan anggota langsung melakukan cek olah TKP sewaktu mendapat informasi ada kejadian percobaan begal di daerah Cipayung.
“Cek TKP sudah dilakukan anggota meski korban tidak membuat laporan ke Polisi. Kami tetap berupaya melakukan langkah preemtif yaitu dengan melakukan patroli yang ditingkatkan dan penempatan kring serse di titik-titik rawan kasus pencurian maupun kasus street crime,” pungkasnya. n CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here