Penjual Miras Keliling Diciduk

0
29
Tim Jaguar saat menciduk penjual miras keliling di Terminal Depok

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Seorang remaja terjaring patroli cipta kondisi Jaguar Polresta Depok, karena diduga kedapatan membawa sabu di Jalan Pitara, Kecamatan Pancoran Mas, Minggu (3/3) subuh.

Katim Jaguar Polresta Depok, Iptu Winam Agus mengatakan razia terbatas antara Jaguar dipimpin Aiptu Iwan dan Pokdarkamtibmas tersebut berhasil memberhentikan pengendara motor boncengan tiga orang.

“Curiga motor boncengan tiga orang langsung dihentikan anggota lalu diperiksa dari tiga orang digeledah satu orang AFF, dalam saku kantong celana didapatkan tiga plastik klip bening seperti serbuk putih diduga narkotika jenis sabu-sabu,” ujarnya.



Dia mengatakan, AFF sempat mengelak plastik berisi serbuk kristal diduga sabu dipungutnya dari jalanan di daerah Grand Depok City (GDC).

“Kami tidak langsung percaya gitu aja sama pelaku, kami periksa isi chat HP pelaku terdapat percakapan memesan narkoba,”katanya.

Ia mengatakan, untuk melakukan proses pemeriksaan lebih lanjut ketiga remaja bersama satu unit motor matik diamankan anggota dan dibawa ke Mapolresta Depok.

“Para pelaku telah kami serahkan ke unit Narkoba Polresta Depok untuk dikembangkan. termasuk barang bukti diduga sabu juga sudah diamankan anggota narkoba Polres Depok,”paparnya.

Razia terbatas cipta kondisi yang selalu dilakukan setiap malam minggu dan weekend ini dalam rangka menjaga antisipasi kejahatan jalanan dan tawuran.

Sebelumnya Tim Jaguar Polresta Depok pada, Jumat (1/3) dinihari menciduk NP seorang pedagang miras dengan cara berkeliling menggunakan kendaraan roda dua. Pelaku terciduk saat menggelar barang dagangannya berupa minuman miras di depan Sekolah Master, Jalan Margonda, Pancoran Mas.

Operasi cipta kondisi untuk menindak-lanjuti laporan masyarakat adanya peredaran miras di sekitar sekolah Master dan Terminal Depok. Hasilnya petugas mengamankan tiga orang diduga penjual miras secara diam-diam dengan menggunakan kendaraan bermotor.

“Penjual dan barang bukti miras berbagai merek kami bawa ke Polresta Depok,” jelasnya.

Winam mengaku setelah tidak ada lagi Terminal Depok, pelaku menjual dengan cara mobile menggunakan sepeda motor selalu pindah-pindah tempat.

“Sistem penjualannya sekarang dengan menggunakan motor membuat tambah resah masyarakat sekitar juga,”tambahnya.

Setelah dihitung ada 200 botol minuman keras berbagai merek yang diamankan.
“Penjual kami bawa juga ke Polres untuk didata. Sedangkan miras kami sita sebagai barang bukti sesuai Perda pelarangan penjualan minuman keras tanpa ijin,”pungkasnya. n CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here