Awas Penipunan Bermodus Amplop Di Jalan

0
50
ilustrasi

Beji | jurnaldepok.id
Masyarakat di Kota Depok belakangan ini marak menemukan amplop cokelat yang berisikan dokumen’ itu ada Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), selembar ‘cek’ senilai Rp 3,7 miliar dan beberapa dokumen lainnya.

Ruliyanto, salah satu warga Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, yang menemukan amplop cokelat mengatakan, pihaknya menemukan amplop warna cokelat di jalan lingkungan.

“Kami menemukan amplop cokelat, saat kami buka berisikan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), selembar ‘cek’ senilai Rp 3,7 miliar dan beberapa dokumen lainnya. Dalam amplop itu juga disertakan nomor telepon ‘si pemilik,” ujarnya, kemarin.



Adanya temuan itu pihkanya tidak mengambil serius amplop tersebut, malah amplop tersebut dibiarkan saja. Diduga penyebaran amplop tersebut
penipuan dengan modus pura-pura kehilangan surat berharga dalam sebuah amplop besar berwarna cokelat patut diwaspadai.

Kasubag Humas Polrest Depok, AKP Firdaus mengatakan, pihaknya belum menerima laporan warga terkait penyebaran amplop tersebut. Namun ia meminta masyarakat untuk waspada karena penyebaran amplop tersebut diduga kuat merupakan modus penipuan.

Firdaus mengimbau masyarakat untuk tidak menghubungi nomor telepon yang ada di amplop tersebut.

“Masyarakat disarankan untuk melakukan kros cek terlebih dahulu ke instansi yang tertera pada amplop dengan mengeceknya di situs resmi. Masyarakat saya minta berhati-hati, agar terhindar dari penipuan semacam itu jagan menghubungi nomor yang ada di dokumen tersebut,”katanya.

Caranya, kata dia, bisa klarifikasi kebenaran dokumen tersebut ke telpon resmi yang bisa dilihat di website instansi terkait yang ada di dokumen tersebut atau hubungi kepolisian untuk membantu mengklarifikasi dokumen tersebut.

Firduas memastikan modus seperti ini kerap terjadi.

“Bahkan Polisi pernah mengungkap kasus ini, jadi ini dipastikan modus penipuan. Modus penipuan dengan meninggalkan dokumen pernah terjadi dan sudah diungkap oleh Polres Depok.
Pelaku dengan sengaja menyebarkan sejumlah amplop ke pemukiman penduduk, untuk menjaring calon korban,” ungkapnya.

Dikatakannya, pelaku mencantumkan nomor telepon di dalam amplop itu dengan harapan dihubungi oleh calon korban.

“Manakala ada calon korban yang menghubungi ke nomor tersebut, pelaku seolah-olah berterima kasih kepada korban dan hendak memberinya imbalan karena menemukan dokumennya yang hilang. Korban selanjutnya diajak ke ATM untuk mengambil uang. Alih-alih memberikan uang kepada korban, pelaku justru menyuruh korban untuk mengirimkan uang ke rekeningnya,” pungkasnya. n CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here