Tiga Jambret Diciduk Polisi

0
45
Polisi saat mengintrogasi pelaku penjambetan

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Aparat Kepolisian Polsek Sukmajaya berhasil menangkap tiga jambret yang biasa melakukan aksinya di wilayah Sukmajaya dan sekitarnya.

Anggota Kompolotan jambret Kelapa Dua Official (KDO) yang diamankan terdiri dari LRP (kapten) (16), FA (15), dan MF (17), merupakan remaja putus sekolah.

Kapolsek Sukmajaya, Kompol IGN Bronet Ranapati mengatakan anggotanya pertama kali mengamanankan tersangka LRP (16) pentolan komplotan di Jalan Sentosa Raya, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya.



Penangkapan tersangka dilakukan setelah mendapatkan laporan dari Rizky Fauzi (19), pemilik HP Assus yang telah dirampas pelaku di jalan Sentosa, Sukmajaya.

“Satu pelaku berhasil diamankan oleh anggota, kemudian melakukan pengembangan dan berhasil menangkap dua pelaku lainnya yakni FA dan MF,” ujarnya, kemarin.

Setelah pentolan ditangkap, lanjutnya, anggota langsung mengembangkan dan mengintai rumah masing-masing pelaku lainnya di daerah Kelapa Dua, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis.

“Pelaku lainnya FA dan MF berhasil kami tangkap di kediamannya masing-masing,”katanya.

Dari tangan pelaku, petugas menyita satu unit Honda Scoopy yang digunakan untuk beraksi lalu satu unit HP merek Asus milik korban.

“Modus pelaku mengintai sasaran saat korbannya memainkan HP di jalan. Selain itu pengakuan pelaku melakukan aksi kejahatan menjambret HP ini sudah sering kali dilakukannya,” paparnya.

Ia mengtakan, LRP si Kapten sudah beraksi empat kali, lalu FA sudah dua kali dan terakhir MF baru sekali untuk TKP Pasar Rebo, Cibubur, Tangerang, dan Depok.

“Hasil curian pelaku yaitu HP dijual ke konter dengan harga Rp 100 hingga 200 ribu, uang hasil kejahatan digunakan buat kebutuhan sehari-hari. Ketiga pelaku ini rata-rata sudah putus sekolah SMP, sudah bekerja sebagai tukang parkir di daerah Kelapa Dua RTM Cimanggis Kota Depok.
Nama kelompok geng mereka Kelapa Dua Official (KDO), sehari-harinya bekerja sebagai tukang parker,” jelasnya.

Bronet menambahkan, para pelaku yang tercatat masih usia dibawah umur ini berbuat kejahatan seperti menjambret lantaran kurang perhatian orang tua dan berasal dari keluarga broken home.

“Setelah kami interogasi pengakuan pelaku berbuat melanggar hukum lantaran sedang ada masalah dalam keluarga dan juga ada yang broken home orang tuanya pisah. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku kami kenakan Pasal 368 KUHP tentang penjambretan dengan ancaman hukuman diatas lima tahun,” pungkasnya. n CR1-JD

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here