Konser Musik Di ITC Ricuh

0
51
Suasana Konser musik bertajuk 'Sounsations Biar Tapi Jadi Bukti' yang digelar di rooftop Pust Perbelanjaan ITC di Jalan Margonda

Margonda | jurnaldepok.id
Konser musik bertajuk ‘Sounsations Biar Tapi Jadi Bukti’ yang digelar di rooftop Pust Perbelanjaan ITC di Jalan Margonda, Kecamatan Pancoran Mas, berjalan ricuh dan dikabarkan banyak penonton yang kecopetan HP. Konser musik tersebut tidak dipungut biaya alias gratis, namun penonton hanya diwajibkan untuk memperlihatkan SIM atau KTP saja.

dSejumlah penonton yang tidak bisa masuk memaksakan diri, sehingga terjadi dorong-dorongan dengan polisi dan security mal. Aksi kericuhan diduga berasal dari membludaknya para penonton yang ingin masuk ke lokasi panggung konser, namun petugas keamanan tidak mengizinkan karena lokasi sudah penuh.

Akhirnya para penonton kesal dan marah sehingga mereka membuat onar, kericuhan juga terjadi karena adanya aksi pencopetan yang dilakukan seseorang dan aksinya diketahui para penonton.
Aksi copet yang tertangkap basah penonton menjadi bulan-bulan amukan massa yang kesal dengan ulahnya.



Kericuhan konser musik Soundsation bertajuk Biar Tapi Jadi Bukti sempat viral di media sosial.
Tampak dalam video yang diunggah akun Instagram @depok24jam, para pengunjung yang memenuhi lokasi saling melempar helm ke sesama pengunjung lainnya. Bentrokan fisik sempat terjadi di antara sesama penonton.

Property Management ITC Depok, Katarina Dwi memastikan tidak ada korban jiwa di Konser Soundsation yang digelar di rooftop gedung ITC Depok, di Jalan Margonda, Kecamatan Pancoran Mas pada, Selasa (19/2) malam.

“Kebetulan kemarin saya tidak di Depok, tapi berdasarkan pantauan di lapangan korban sama sekali tidak ada,” ujarnya, Rabu (20/2).

Dia mengatakan, lokasi acara yang tidak menampung penonton yang hendak nonton konser mengakibatkan membludak.

“Semua pengunjung kami pulangkan dengan tertib, dan lokasi kondusif,”katanya.

Namun, sayangnya Ia membantah adanya kerusuhan yang terjadi saat konser tersebut mulai berjalan seperti yang tengah viral di media sosial.

“Baik-baik saja tidak ada sama sekali rusuh kok,” ucap Katarina.

Kasubbag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus mengatakan, pemicu dari kerusuhan tersebut adalah karena adanya copet di lokasi tersebut.

“Pada dasarnya enggak ada kerusuhan, namun karena ada informasi yang beredar ada copet yang ketangkap sehingga terlihat agak-agak crowded.
Karena jumlahnya banyak, itu kan gratis sehingga banyak yang hadir,” katanya.

Panitia akhirnya menghentikan konser tersebut. Polisi kemudian mengambil alih dan membubarkan penonton.

“Akhirnya panitia mengambil langkah menghentikan kegiatan pada pukul 20.45 WIB dan akhirnya mereka berangsur-angsur bubar dengan tertib,”katanya.

Pihak kepolisian kemudian berkoordinasi dengan panitia untuk mencari jalan keluar atas kericuhan yang terjadi.

“Jadi panitia ya yang bubarin atas kesepakatan bersama menghindari terjadinya pembludakan. Dan untungnya tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut,” paparnya.

Dikatakannya, panitia tidak mempersiapkan acara itu dengan matang. Panitia seharusnya mencari tempat yang lebih representatif, mengingat konser tersebut gratis.

“Kami mengimbau panitia agar ke depan mencari tempat yang lebih representatif kalau mau gratis. Ini (rooftop ITC Depok) kan kapasitasnya 2.500 orang, tetapi yang hadir di luar perkiraan,” pungkasnya. n CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here