Puluhan Pelajar Dijaring Satpol PP

0
38
Beberapa orang pelajar terjaring razia pada saat jam sekolah

Margonda | jurnaldepok.id
Selama dua hari puluhan pelajar terkena razia petugas Satpol PP yang ketahuan keluyuran saat jam pelajaran sekolah di beberapa lokasi seperti di Situ Cilodong dan lokasi lainnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Depok, Lienda Ratnanurdianny mengatakan, razia dilakukan selama dua hari Kamis hingga Jumat di sejumlah titik secara serentak di tiga wilayah yaitu Sukmajaya, Beji dan Cilodong.

“Selama dua hari Kamis hingga Jumat (14-15) terjaring sebanyak 32 pelajar dalam warung internet,” ujarnya, Senin (18/2).



Selain itu petugas juga keliling di sejumlah taman. Antara lain Taman Lembah Gurame, Warung Kopi sekitaran Sukmajaya, Taman Kuliner, dan Situ Cilodong.

“Ketika mendapati pelajar, petugas langsung memeriksa tas mereka. Namun petugas tidak mendapatkan sesuatu yang mencurigakan. Para pelajar bahkan ada yang sedang nongkrong dalam warung kopi. Seluruh pelajar yang terjaring kemudian dibariskan dan diberi pengarahan.
Ketika ditanya, mereka mengaku terlambat sekolah sehingga memilih ke warnet dan taman serta warung kopi,” paparnya.

Linda mengatakan, razia ini merupakan program rutin untuk menegakkan Peraturan Daerah (Perda) agar siswa-siswi di Kota Depok sadar akan kedisiplinan.

“Kota Depok kan Kota Layak Anak ya memang tugas kami harus memperhatikan hak anak-anak yaitu sekolah untuk mendapatkan pendidikan. Kalau jam belajar gini dia di luar sekolah berarti kami harus sadarkan mereka,”katanya.

Linda mengatakan, pihaknya telah mendata murid-murid yang terjaring tersebut untuk diserahkan ke Dinas Pendidikan dan diteruskan ke sekolah-sekolah yang muridnya terjaring bolos agar dibina di sekolah.

“Ke depannya kami akan panggil orangtua murid yang terjaring razia bolos tersebut ke Balai Kota agar mereka sadar kalau mereka salah, kami juga harus persuasif ya,” ungkapnya.

Kepala Bidang Penegakan peraturan daerah (Kabidgakda) Satpol PP Depok, Yamrin Madina mengatakan, razia seperti itu rutin dilaksanakan dengan tujuan menertibkan para pelajar.
Tujuan lainnya, kata dia, untuk mencegah terjadinya kenakalan remaja, seperti perkelahian penggunaan narkoba.

“Kami tidak menahan mereka, kecuali jika ditemukan adanya unsur pidana seperti membawa senjata tajam atau narkoba,” tandas Yamrin.

Reza, pelajar yang terjaring razia mengaku tidak masuk sekolah karena sedang magang.

“Saya mah magang jadinya gak ke sekolah,”akunya.
Farhan pelajar lainnya mengaku terpaksa main di warnet karena takut pulang ke rumah. Karena dia sudah terlambat masuk sekolah.

“Kalau pulang nanti diomelin. Jadi ya disini aja,” ungkapnya.

Selain, merazia puluhan pelajar yang bolos, ternyata Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok juga berhasil mengamankan gerombolan siswa yang hendak tawuran di Jalan Radar Auri, Cimanggis.

Kasie Transtibum Satuan Polisi Pamong Praja Depok, Agus menuturkan 12 orang siswa dari salah satu sekolah swasta di wilayah Bekasi, Jawa Barat, datang ke Depok. Mereka terlihat berkumpul dan menyebabkan kekhawatiran warga yang melintas di Jalan Raya AURI, Kecamatan Cimanggis.

“Mereka memang tidak membawa senjata tajam, tapi info dari anggota saya di lapangan diduga mereka hendak melakukan perampasan motor dan Handphone,” ucapnya.

Agus menuturkan, belasan remaja tanggung tersebut langsung diamankan petugas Satpol PP berkoordinasi dengan Polsek terdekat, guna dimintai keterangan lebih lanjut.

“Ya sudah diserahkan, ke Polsek karena disini yang berhak melakukan interogasi itu dari kepolisian,” bebernya.

Sementara itu, Imam anggota Satpol PP Kota Depok yang ada di lokasi kejadian menuturkan, awalnya ada lebih dari belasan pelajar berjalan kaki melintas. Tiba – tiba, dua orang pelajar yang baru pulang dan hendak mengambil motor dicegat oleh mereka.

“Jadi dua anak sekolah di Cimanggis lagi jalan mau ambil motor, lalu berpapasan dengan mereka. Kami taunya sudah ricuh, korban dikerubungin pelajar lain,” pungkasnya. n CR1-JD

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here