Komnas PA Minta Peran Aktif Masyarakat Cegah Kekerasan Anak

0
35
Dhanang Sasongko

Cimanggis | jurnaldepok.id
Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas-PA) menyebutkan selama tahun 2018 sudah ada sekitar 3.800 laporan atas dugaan kasus kekerasan anak, dan diperlukan peran masyarkat dalam mengatasi aksi tersebut.

Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Perlindungan Anak, Dhanang Sasongko kepada wartawan, Rabu (13/2) ditemui di rumah peduli Nurul Fikri mengatakan,
kasus kekerasan pada anak tidak pernah ada habisnya.

“Kami rasa sejak dulu aksi kekerasan sudah terjadi dengan obyek anak-anak karena mereka saat dilakukan kekerasan tidak melawan,” ujarnya.



Pelaku kekerasan terhadap anak, kata dia, ternyata bukan orang jauh, biasanya orang-orang terdekat korban seperti orangtua, keluarga, paman, pembantu rumah tangga hingga guru dan teman sebaya di sekolah.

Yang harus dilakukan sekarang, sambungnya, ialah mencegah agar kasus-kasus kekerasan tidak terus terjadi dengan memutus mata rantai kekerasan tersebut.

“Peran masyarakat harus ditingkatkan untuk menjaga anak benar-benar terlindungni dari kekerasan. Kadang kita temukan orang terdekat yang melihat aksi kekerasan anak terkesan diam, seharusnya mereka aktif melakukan pencegahan,”katanya.

Didalam Undang-Undang disebutkan barang siapa yang membiarkan dan tidak memberitahukan adanya kekerasan anak maka bisa dikenakan pidana. Terkait masih adanya kasus kekerasan anak, Komnas Perlindungan Anak
meminta masyarakat agar bersatu mempersempit ruang gerak pelaku kekerasan yang mengincar anak-anak, baik perempuan maupun laki-laki.

“Pelaku bisa bebas karena selama ini masyarakat tidak peduli. Masyarakat tidak saling mengawasi. Padahal kalau kita awasi bersama pasti pelaku akan takut,” ungkapnya.

Dhanang berharap masyarakat memiliki kepedulian tinggi dan langsung bergerak melakukan sesuatu untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak.

“Kami berharap agar kekerasan anak berkurang dan kota atau daerah ramah dapat meningkatnya,” harapnya.

Dia menuturkan, setiap kota atau daerah untuk membina kader-kader atau satgas Pencegahan Kekerasan anak untuk kemudian diterjunkan ke daerah-daerah lain agar tercipta kader lainnya sebagai upaya atau sosialiasi pencegahan kekerasan terhadap anak. n CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here