Bocah 6 Tahun Tewas Terseret Air Di Gorong-gorong

Salah seorang warga saat menunjukkan lokasi bocah yang tewas terseret air di gorong-gorong

Cilodong | jurnaldepok.id
Muhammad Zulfan Taufiq atau Irfan (6) pada, Selasa (12/2) sore terseret arus hingga tewas di gorong-gorong Jalan Janur, Gang Musala Al-Ikhlas, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong.

Kapolsek Sukmajaya, AKBP IGN Bronet Ranapati mengungkapkan, peristiwa itu terjadi dimana korban sedang bermain hujan-hujanan dengan tiga temannya.

“Itu terjadi pas korban main hujan-hujanan sama teman-temannya saat sedang hujan deras. Korban meninggal karena kecelakaan,” ujarnya, kemarin.

Bronet menjelaskan, saat mandi hujan, Irfan terpeleset dan terbawa arus air hingga masuk ke lubang gorong-gorong berdiameter sekitar 40 sentimeter.

“Dia sempat berusaha menyelamatkan diri, namun gagal karena arus air di dalam gorong-gorong begitu deras. Tubuh Irfan kemudian tidak terlihat lagi karena terseret masuk ke dalam gorong-gorong dan terjebak di sana,” paparnya.

Melihat hal itu, dua temannya langsung berteriak minta tolong. Mereka juga bergegas lari ke rumah orangtua Irfan dan menyampaikan kejadian itu. Sejumlah warga kemudian berdatangan ke lokasi peristiwa hendak menyelamatkan bocah malang itu.

“Namun, diameter lubang gorong-gorong yang kecil menyulitkan warga menyelamatkan Irfan.
Apalagi, saat itu hujan masih terus turun. Di sisi lain, suara Irfan tidak terdengar hingga membuat orangtuanya khawatir,” katanya.

Akhirnya, setelah kira-kira 30 menit upaya evakuasi, warga menjebol penutup gorong-gorong demi menyelamatkan bocah laki-laki itu berhasil dilakukan.

“Oleh warga penutup saluran airnya dijebol biar bisa menyelamatkan korban. Saluran airnya kecil, jadi warga kesulitan saat mengevakuasi korban,” tuturnya.

Setelah penutup saluran dijebol, tubuh Irfan pun akhirnya tampak. Sayangnya, dia ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa karena menelan begitu banyak air. Orangtuanya pun menjerit melihat anaknya tak bergerak lagi.

“Proses evakuasi cukup lama, sekitar setengah jam. Saat tubuh korban berhasil dikeluarkan sudah tak bernyawa. Orang tua menerima kejadian ini sebagai kecelakaan,” jelasnya.

Tak lama kemudian, keluarga membawa Irfan ke Rumah Sakit namun nyawanya tidak tertolong dan dimakamkannya di wilayah Bogor.

Sementara itu Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong, Burhanudin menambahkan pihaknya mengajukan kepada dinas terkait untuk menutup got tersebut.

“Untuk menghindari kejadian lagi, kami sudah meminta penutup got kepada dinas terkait agar got tersebut tertutup,” pungkasnya. n CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here