Ayah Pembanting Anaknya Jalani 20 Adegan

0
46
HK saat menjalani pra rekonstruksi atas kejahatan terhadap anak tirinya hingga tewas

Tapos | jurnaldepok.id
Tim penyidik Polresta Depok melakukan pra rekontruksi terhadap kasus pembunuhan bayi yang dilakukan oleh HK di Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos. Pra rekonstruksi dikawal oleh Tim Jaguar Polresta Depok.

Kasubag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus mengatakan pelaku menjalani 20 adegan yang terbagi dalam dua bagian. Pertama sebanyak tiga adegan yang terjadi pada, Selasa (5/2) dan sebanyak 17 adegan yang terjadi pada Jumat (8/2).

“Tadi sudah dilakukan seluruhnya. Intinya, hasil pra rekon apa yang diakukan tersangka saat BAP sesuai antara apa yang dilakukan pelaku pada saat kejadian,” ujarnya, Rabu (13/2).



Dari pra rekonstruksi digambarkan bagaimana pelaku mulai kesal dengan anaknya FT atau korban. Kemudian pelaku menyiksa dengan cara membekap balita berusia dua tahun itu.
Hingga sampai pada adegan pelaku membanting korban ke lantai kamar mandi.

“Tujuan pra rekon ini agar penyidik bisa menggambarkan dengan jelas,” tambahnya.

Pada hari sebelumnya, HK juga menjalani tes kejiwaan. Tujuannya untuk mengetahui apakan yang bersangkutan mengalami gangguang kejiwaan atau tidak sampai tega menyiksa FT (2) yang merupakan anak tirinya.

Setelah tes kejiwaan kemarin, maka dilanjutkan dengan pra rekonstruksi di lokasi kejadian.
Nanti akan tergambar jelas dari hasil keduanya (tes kejiwaan dan pra rekonstruksi) tentang motif pelaku berbuat tindakan tersebut.

“Pemeriksaan terhadap Hari ini akan terus belanjut. Setelah pertemuan pertama dengan psikolog dari P2TP2A Kota Depok, maka selanjutnya akan ada pemeriksaan lanjutan. Ada empat tahap pemeriksaan psikologis. Yang baru dilakukan tahap pertama. Tahap lain akan dilakukan selanjutnya,” katanya.

Soal pernyataan pelaku yang menyebutkan bahwa saat kejadian, HK dalam kondisi tidak sadar.
Dia sempat mengaku dalam kondisi mabuk. Lalu dia juga beralibi mendapatkan bisikan untuk membanting anaknya.

“Pengakuan ini yang menyebabkan kami melakukan pemeriksaan psikologi. Apakah benar apa yang disampaikan apakah hanya alibi. Tersangka bilang itu diluar alam bawah sadarnya. Dari ini (pra rekonstruksi) terlihat bagaimana kondisi psikologis tersangka,” ungkapnya.

FT (2) seorang bayi pada Jumat (8/2) malam ditemukan tewas di rumah kontrakan di RT 01/09 Kelurahan Cimpauen, Kecamatan Tapos. Bocah malang itu didugas tewas usai dibanting oleh ayah tirinya.

Salah satu saksi mata Latifah memberitahukan kepada Ibu korban, Eni yang pada waktu pulang dari mengamen, bahwa anaknya di banting HK yang merupakan ayah tiri dari FR.

Mendapatkan kabar tersebut Eni, ibu korban FT langsung melihat ke rumah kontrakan dan saat di dalam rumah kontrakan anaknya sudah tidak bernyawa atau meninggal dunia. n CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here