Pemkot Depok Beri Pendampingan Hukum

Walikota didampingi Kadis DPAPMK, Kadiskominfo dan Camat Tapos mengunjungi rumah Eny yang anaknya dibanting oleh ayah tirinya

Tapos | jurnaldepok.id
Walikota Depok, Mohammad Idris, pada Senin (11/2) malam menemui Eny, ibu kandung FT yang tewas dibanting oleh ayah tirinya HR pada, Jumat (8/2) malam.

Idris menemui Eny di
rumah kakak iparnya di Jalan Kahfi, Kelurahan Cimpauen, Kecamatan Tapos. Saat bertemu dengan Eny, Idris berjanji akan memberikan perlindungan kepada Eny dan anak tirinya (anak tersangka HK) yang masih berusia 2 tahun.

“Pemkot Depok dalam hal ini akan memberikan pendampingan hukum dan psikologis kepada ibu korban dan anak dari tersangka. Tadi saat ditemui, ibu korban ini terlihat sangat trauma, makanya harus ada recovery,” ujar Idris, kemarin.

Pemkot Depok juga berencana akan mengembalikan pengasuhan anak tersangka kepada mantan istri tersangka HK.

“Kemarin kami sudah hubungi ibu kandungnya, tapi masih di Padang. Nanti kami akan koordinasikan. Tapi kalau tidak bisa kami izin untuk dirawat di panti asuhan. Kami akan dampingi untuk memulihkan psikologis ibu korban dan anak pelaku, bekerja sama dengan P2TP2A,”katanya.

Pihaknya akan meminta P2TP2A untuk mengasuh anak HK yang saat ini masih bersama ibu kandungnya di Padang.

“Kami amankan anaknya atas kesediaan ibu si korban ini. Si anak dari suaminya ini bisa dirawat istri pelaku yang sebelumnya, tetapi karena di Padang, kami izin juga kalau bisa diasuh di panti kami,” jelasnya.

Sementara itu Eny ibu korban mengaku, sudah mengikhlaskan kepergian putrinya tersebut.
Selama 2 tahun mengarungi bahtera rumah tangga dengan HK, Eny mengaku sosok HK adalah orang yang baik.

“Dia enggak temperamen, mungkin saat itu sedang kesal. Jadi saya ikhlas aja. Saya serahin semuanya ke kepolisian,” ungkapnya.

Adapun, HK dan Eny merupakan pasangan suami istri dan sudah memiliki anak dari pasangan sebelumnya. Selain itu, kini Eny tengah mengandung dua bulan.

Menurut pengakuan HK seorang ayah tiri yang membunuh anaknya dengan cara membanting di rumah kontrakannya di RT 01 RW 09 Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos, mengaku dalam kondisi mabuk.

“Abis mabok minuman, istri suka mukul anak saya juga. Saya sudah dua tahun nikah sama ibu korban, awalnya karena cekcok sama bini masalah ekonomi, itu waktu dibanting ada istri disitu ada anak saya umur tiga tahun,” ujarnya di Polresta Depok pada gelar perkara, Senin (11/2).

Dia mengatakan, saat itu korban dalam posisi jongkok, lalu ketiaknya diangkat lalu dilempar.
Dimana saat kejadian ada anak lainnya yang sudah berusia tiga tahun didalam rumah kontrakan

“Saya kasihan pak, saya seperti ada bisikan banting tidak saya lempar,”katanya.

HK merasa bersalah dan menyesal atas perbuatannnya, selama ini dirinya bekerja sebagai pengamen jalanan.

Di lokasi sama Wakapolresta Depok, AKBP Arya Perdana mengatakan, kejadian ini berawal dari HK pelaku cekcok dengan orang tua dan korban lalu penganiayaan anaknya.

“Motifnya pelaku kesal dengan istrinya, beberapa hari sebelumnya pelaku sempat ada cekcok mulut lalu mereka ini punya anak bawaan masing-masing, pada saat menikah dengan istrinya itu punya anak masing-masing,” pungkasnya. n CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here