KPAI Sorot Kematian Anak Yang Dibanting Ayah Tirinya

ist

Margonda | jurnaldepok.id
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyesalkan masih terjadinya kekerasan
yang menimpa seorang bayi (FT) berusia 2 tahun di tangan ayah tirinya hingga meregang nyawa.
Wakil Ketua KPAI, Rita Pranawati mengatakan,
seharusnya kejadian ini tidak terjadi jika orang tua memahami bahwa anak usia bayi masih sangat tergantung pada orang dewasa.

“Anak usia bayi belum mampu mengekspresikan keinginannya dengan baik.
Ketika menangis, rewel, sudah seharusnya orang dewasa yang ada didekatnya memberikan pertolongan,” ujarnya, Senin (11/2).

Dikatakannya, tidak semestinya orang dewasa justru melakukan kekerasan sebagai respon anak yang menangis. Ayah tiri adalah orang tua pengganti yang seharusnya juga melakukan peran pengganti sebagai pengasuh.

Meskipun statusnya ayah tiri, kata dia, tetapi ia tetap memiliki tanggungjawab terhadap anak FT karena adanya perkawinan dengan ibu FT.

“Pada perkawinan kedua, anak seringkali hanya menjadi pihak turutan tanpa mempertimbangkan dengan utuh keberadaannya,” paparnya.

Sudah seharusnya, kata dia, orang tua yang memiliki anak dan akan menikah lagi mempertimbangkan anak dalam keputusannya.

“Pada kasus ini, kami KPAI meminta proses hukum kepada ayah tiri ini tetap harus ditegakkan,”katanya.

Selain itu, KPAI berharap Pemda Kota Depok yang telah memiliki anugrah menuju Kota Layak Anak (KLA) kategori Nindya benar- benar menerapkan program KLA.

Dikatakannya, Kota Layak Anak tidak hanya berhenti pada kebijakan dan percontohan tetapi harus menyasar seluruh area kota, serta harus berdampak pada terlindunginya hak anak dari kekerasan.

“Kami imbau kepada Pemkot Depok sudah seharusnya melakukan perlindungan anak berbasis komunitas sebagai perwujudan kota layak anak sehingga kasus sejenis tidak terjadi lagi,” imbaunya.

Diberitakan sebelumnya, FT (2) seorang bayi, pada Jumat (8/2) malam ditemukan tewas di rumah kontrakan di RT 01/09 Kelurahan Cimpauen, Kecamatan Tapos. Bayi tersebut tewas lantaran diduga dibanting oleh ayah tirinya.

Kapolsek Cimanggis, Kompol Suyud mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan.

“Saksi-saksi sudah kami mintai informasi. Sementara itu korban sudah dibawa ke RS Polri Kramat Jati. Pelaku identitasnya sudah diketahui, petugas di lapangan masih mendalami untuk mengejar pelaku,” tandasnya.

Suyud mengatakan, setelah melakukan penyidikan secara marathon pihaknya telah menetapkan pelaku pembunuh balita perempuan usia dua tahun adalah bapak tirinya sendiri HR.

HR alias AI (24) diamankan di rumah kontrakannya milik Haji Ahmad di daerah Gang Haji Kahfi RT 01/09, Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos.

“Pelaku ayah tirinya sendiri sekarang masih diperiksa intensif penyidik di Polsek. Motif pelaku membunuh kerap berantem dengan istrinya dan melampiaskan emosi terhadap korban dengan membantingnya,”pungkasnya. n CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here