Pengadilan Negeri Depok Masih Bungkam

0
73
Tampak depan Kantor PN Depok yang beada di kawasan Kota Kembang

Limo | jurnaldepok.id
Para pemilik lahan Girik Letter C 675a diwilayah Rw 04 dan 05 Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, mengaku kecewa dengan sikap Pengadilan Negeri (PN) Depok yang belum juga menjelaskan secara gamblang posisi uang Konsinyasi sebesar Rp 129 milyar yang dititipkan di Pengadilan Negeri pada tanggal 14 Desember 2017 silam.

Husen Sanjaya salah satu ahli waris pemilik lahan mengaku tidak mengerti mengapa Pengadilan Negeri seolah enggan menjelaskan soal posisi uang pembayaran tol yang berada ditangan pengadilan padahal kata dia saat menggelar aksi unjuk rasa 9 Januari silam, Sobandi selaku Ketua Pengadilan Negeri Depok berjanji akan memberikan penjelasan kepada Sunaryo Pranoto dan kawan kawan selaku salah satu pihak bersengketa atas uang pembayaran tol tersebut.

“Waktu kami menggelar aksi Demo, Ketua pengadilan berjanji akan memberikan jawaban soal uang konsinyasi itu paling lambat dua pekan dan sekarang sudah hampir sebulan belum juga ada penjelasan dari pengadilan prihal posisi dan kedudukan uang konsinyasi pembayaran lahan kami,” ujar Husen Sanjaya kepada Jurnal Depok kemarin.



Husen menambahkan, sebelumnya kuasa hukum Sunaryo Pranoto, Hairul Mu’minin sempat mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Depok untuk mempertanyakan soal kedudukan dan posisi uang konsinyasi kepada Ketua Pengadilan namun lanjut dia menurut penuturan Hairul, saat itu Ketua PN sedang tidak berada di Kantor.

“Kami mendapat kabar dari Kuasa hukum kami, bahwa Ketua Pengadilan sedang tidak ada di Kantor dan sampai sekarang kami belum tahu posisi sebenarnya tentang uang pembayaran tanah kami apa masih ada di Pengadilan atau sudah diserahkan kepada pihak bersengketa lainnya, ” imbuhnya.

Dikatakan Husen, kepastian soal posisi uang konsinyasi sangat penting bagi pihak pemilik Girik untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Kami akan menentukan langkah selanjutnya setelah ada kepastian posisi uang konsinyasi yang ada ditangan Pengadilan, ” pungkas Husen. n Asti Ediawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here