Pembantu Tega Bunuh Bayi Majikannya

0
71
Pembantu pembunuh bayi majikkannya saat diintrogasi pihak kepolisian

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Seorang bayi, Mutia yang masih berusia tiga bulan yang ditemukan tewas pada, Senin (28/1) sore di rumah Perumahan Villa Santika RT 07/01, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, ternyata dibunuh oleh pembantunya.

“Dari hasil pemeriksaan, korban ternyata dibunuh oleh pengasuhnya yakni R (60),’ ujar Kapolsek Pancoran Mas, Kompol Roni Agus Wowor, Selasa (29/1).

R, asisten rumah tangga keluarga korban yang biasa menjaga Mutia diduga sebagai pelaku pembunuhan. Tersangka R diamankan saat berencana kabur dengan menggunakan taksi online ke wilayah Tomang Jakarta Barat.



“Saksi sudah kami mintai keterangan tiga orang. Motif masih kami dalami,”katanya.

Berdasarkan keterangan warga, korban ini kerap rewel, ada kemungkinan R melakukan penganiayaan kepada korban atas hal tersebut hingga bayi yang diasuhnya tewas.

Dari hasil pemeriksaan sementara, terangka R mengaku kesal terhadap bayi berusia tiga bulan karena tetap menangis meski sudah diberikan dua botol susu.

Wanita tua itu lalu memukul bayi tersebut bahkan tega menyumpal mulutnya dengan kain gendongan sehingga tidak bisa bernafas.

Dari hasil pemeriksaan luar oleh petugas polsek ada tanda-tanda luka lebam di pipi, dalam mulut, dan dekat bokong ada bekas lebam biru seperti cubitan diduga meninggal akibat mendapatkan kekerasan fisik.

Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Dedy Kurniawan menambahkan saat dimintai keteragan oleh polisi sebagai saksi, pelaku terlihat gugup dan akhirnya mengakui perbuatannya.

“Dihadapan petugas pelaku menyesal lantaran bayi tidak berhenti menangis saat diberikan susu dengan cara memasukan paksa botol susu ke mulut korban yang mengakibatkan mulut korban tersumbat saluran pernapasan hingga mengeluarkan darah,” tandasnya.

Tersangka dijerat pasal 80 ayat 3 undang – undang perlindungan anak junto pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.

“Kami juga mengamankan barang bukti berupa perlak kuning dan kain gendong yang ada bercak darah, dan botol susu yang diminumkan ke bayi,” ungkapnya.

Sebelumnya seorang balita yang diprediksi berumur tiga bulan pada Senin (28/1) sore ditemukan sudah tidak bernyawa di daerah Perumahan Villa Santika RT 07/01, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas.

Berdasarkan informasi di lapangan, peristiwa diketahui sekitar pukul 14.00 WIB warga melihat seorang perempuan yang tidak dikenal sedang mengendong bayi tersebut diduga sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Salah satu warga Nurlaela mengatakan, dirinya mendengar adanya suara bayi.
Menurut Nurlela, tetangga sebelah rumah korban, sebelum kejadian korban anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan Slamet dengan Retno ini terdengar menangis kencang.

“Saat mau mengantar anak sekolah sekitar pukul 06.30 WIB, Mutia sempat menangis kejer dari dalam rumah. Setelah pulang antar anak dari sekolah pembantunya tersebut tampak mencurigakan sambil membopong korban,” ungkapnya.

Tersangka R baru bekerja empat hari dan saksi tidak tahu kalau wanita tua pembantu di rumah Retno tetangganya. Lantaran sewaktu kejadian, R turun dari taksi online masuk ke dalam rumah sambil membopong korban.

“Saya kira tamu ibu Retno langsung masuk aja ke rumah sambil membopong korban dengan menggunakan kain gendongan. Setahu saya sebelumnya pembantu ibu Retno masih muda dan badan tinggi,”katanya.

Ela menyebutkan melihat gerak gerik R tersebut bersama warga langsung masuk ke dalam rumah ternyata korban sudah tidak bernyawa ditaruh di depan teras rumah sambil ditidurkan menggunakan tempat tidur bayi.

Saat kejadian, ayah korban bekerja sebagai konsultan di Kalimantan dan Retno bekerja sebagai admin di RS Tarakan Jakarta.

“Dua anak laki-lakinya sekolah di pesantren,” ungkapnya.

Ibu korban tampak syok menerima kenyataan anaknya tewas oleh pembantunya.
Dia serasa tidak percaya pembantu yang baru empat hari bekerja tega membunuh anak bungsunya itu. n CR1-JD

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here