Ganti Rugi Lahan Tol Cijago Tak Jelas

0
107
Spanduk yang dibentangkan warga korban Tol Cijago

Beji | jurnaldepok.id
Warga di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, yang rumah dan tanahnya terkena pembangunan Jalan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) meminta kepada panitia pembangunan jalan tol mempercepat pembayaraan ganti rugi.

Syafrudin, salah satu warga kepada wartawan, Selasa (29/1) mengtakan, saat ini masih ada warga yang belum menerima ganti rugi pembebasan lahan meski sudah menyetujui dan mengurus berkas-berkas pelepasan lahan.

“Warga kami yang belum menerima ganti rugi pun kini menjadi gelisah. Apalagi, mereka sudah siap-siap membeli hunian baru sebagai pengganti rumah mereka yang lama, dan jangan terlalu lama karena setiap tahun harga selalu naik,” ujarnya, kemarin.



Dia menambahkan, ada beberapa warga korban Tol Cijago di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, ada yang sudah DP atau bayar uang muka rumah dengan keyakinan di saat pertemuan itu.

“Akhirnya DP itu masalah, kan ada batas waktu. Harapannya sebulan harus dilunasi, akhirnya DP terbengkalai hilang atau gimana saya nggak tahu. Tapi warga bolak balik cerita ke saya,”katanya.

Warga mengatakan proses pembebasan lahan untuk tol ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2007. Proses pembebasan lahan itu dimulai dari sosialisasi dan pengukuran lahan.
Akan tetapi, proses pembebasan ganti rugi itu pada jalannya tidak ada kepastian hingga memasuk tahun 2019 ini.

Dia menambahkan, pada 30 Mei 2018 lalu warga di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, yang rumahnya tekena gusuran Tol Cijago dikumpulkan oleh panitia pembebasan lahan untuk menawarkan persetujuan pembebasan lahan.

“Pada 30 Mei 2018 lalu kami dan warga lainnya dikumpulkan oleh panitia pembebasan tanah yang diketuai BPN (Badan Pertanahan Nasional). Ketuanya menyampaikan bahwa pokoknya ini ada amplop tolong dibaca, kalau angkanya sesuai langsung tanda tangan berita acara, lengkapi dokumen, ya kurang lebih dua minggu atau 14 kerja kita realisasi. Namun hingga saat ini engak ada kabarnya,” ungkapnya.

Dia mengatakan, usai pertemuan sebagian warga akhirnya menerima penawaran tersebut karena dinilai harga ganti ruginya sesuai dengan mereka.

Mereka berbondong-bondong mengurus dokumen untuk melepas lahan mereka.
Namun, sejak pengurusan dokumen hingga saat ini, biaya ganti rugi itu tidak juga mereka terima. Artinya, sudah tiga bulan nasib mereka terkatung-katung menunggu uang pembebasan lahan.

“Semua teman-teman gelisah enggak mau pusing, mereka berbondong-bondong membereskan dokumen bahwa setuju. Sampai saat ini enggak ada realisasi,” tukasnya.
Terdapat 300 kepala keluarga (KK) dengan 400 bidang tanah yang hingga kini belum dapat ganti rugi di RW 7, RW 8, RW 9, RW 10 Kecamatan Beji. n CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here