SMPN 13 Terendam Banjir, KBM Terganggu

0
109
Banjir yang melanda SMPN 13 Depok membuat proses KBM terganggu

Limo | jurnaldepok.id
Proses Kegiatan Belajar – Mengajar (KBM) di SMP Negeri 13 Depok yang berlokasi di Jalan raya Krukut Rw 01 Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Selasa (22/1) terganggu akibat banyaknya genangan air dihalaman sekolah dan ruang kelas lantai satu.

Kepada Jurnal Depok Wakil Kepala SMPN 13 Depok, Agus Praseti mengatakan peristiwa banjir yang kerap menggenangi area seputar sekolah sudah menjadi hal biasa bagi para murid dan guru terutama pada saat musim hujan seperti sekarang ini namun lanjut dia banjir yang terjadi sekarang relatif lebih besar lantaran banyaknya gundukan tanah proyek tol disekeliling bangunan sekolah sehingga air hujan mengalir kearah bangunan sekolah yang letaknya lebih rendah.

“Sebenarnya peristiwa banjir bukan masalah baru bagi kami di SMPN 13 karena setiap tahun kami pasti sering mengalami kebanjiran tapi sekarang banjirnya agak besar dan lama karena disekeliling gedung sekolah banyak tumpukan tanah yang cukup tinggi karena sedang ada pembangunan jalan tol, ” ungkap Agus kepada Jurnal Depok.



Peristiwa banjir yang menggenangi areal dan ruang kelas SMPN 13 memicu keprihatinan sejumlah kalangan.

Salah satu alumni SMPN 13 Lukman Hakim mengaku sangat miris melihat genangan air setinggi hampir 10 sentimeter dihalaman dan lantai satu Gedung SMPN 13 pada hari Selasa siang.

“Secara kebetulan kami sedang lewat didepan sekolah melihat adik adik pada berkerumun dihalaman sekolah malah ada yang tidak bisa masuk halaman sekolah karena tingginya genangan air disekeliling bangunan sekolah dan kami mendapat informasi bahwa air juga merendam ruang kelas dilantai bawah ini tentu mengganggu aktivitas belajar mengajar, ” ujar Lukman.

Terkait hal ini, Lukman meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Depok agar segera menanggulangi permasalahan ini dan bila perlu lanjut dia Gedung SMPN 13 segera direlokasi mengingat disekitar sekolah bakal dibangun jalan tol Desari dan tol Cijago yang pastinya bakal mengganggu kenyamanan proses kegiatan belajar mengajar (KBM).

“Nanti disekitar bangunan sekolah ini ada dua ruas jalan tol dan dipastikan suasana hilir mudik kendaraan akan mengganggu kenyamanan kegiatan belajar mengajar makanya mending dipindahkan saja sekolah ini ketempat lain agar terhindar dari banjir dan bisingnya kendaraan saat jalan tol sudah difungsikan nanti, ” pungkas Lukman. n Asti Ediawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here