Nenek Buta Huruf Ditipu, Rumahnya Dibeli Rp 300 ribu

Salah satu keluarga nenek Arafah saat menunjukkan sertiikat rumah miliknya

Beji | jurnaldepok.id
Seorang nenek, Arfah (68) kena tipu oleh seorang pria berinisial AK sehingga Arfah
terancam kehilangan tanah dan bangunan miliknya di RW 14 Kelurahan Beji, Kecamatan Beji.
Kelemahan sang nenek yang tak bisa membaca alias buta huruf dimanfaatkan pelaku untuk menyerobot lahannya seluas 103 meter, dengan hanya menghargai Rp 300 ribu.

Adik kandung Arfah yang didampingi Habib Idrus Al Gadri kepada wartawan, Kamis (17/1) mengatakan, kejadian bermula ketika Arfah diajak oleh tetangganya sendiri, berinisial AK, ke kantor notaris pada pertengahan tahun sekira 2015 lalu.

“Kakak saya buta huruf. Dia sekolah dulu cuma sampai kelas satu, itu juga sekolah rakyat,” ujarnya.

Pihak keluarga baru menyadari jika tanah dan bangunan yang selama ini ditempatinya telah beralih nama setelah disatroni pihak bank.

“Kakak saya kaget lah kok katanya ada orang bank. Ternyata sertipikat tanah kami digadaikan oleh orang lain tanpa sepengetahuan keluarga, termasuk kakak saya sendiri,” katanya.

Setelah diusut, diduga kuat hal itu terjadi ketika Arfah dibawa oleh AK ke notaris. Disana Arfah diminta untuk menandatangani berkas yang belakangan akhirnya menimbulkan masalah.

“Kakak saya pulang dari sana cuma dikasih Rp 300 ribu, itu doang. Kami tadinya enggak nyangka bakal begini,” tegasnya.

Tak tinggal diam, pihak keluarga pun akhirnya melaporkan kasus ini ke polisi dengan menyertakan foto kopi surat sertipikat asli tanah tersebut.Namun karena dianggap sebagai kasus perdata, maka perkara itu pun kini sedang berlangsung. n CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here