Aduh….Berkas NMI Belum Kelar Juga

0
93
Sufari

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Kejaksaan Negeri Kota Depok untuk ketiga kalinya mengembalikan berkas kasus dugaan korupsi Jalan Nangka dengan tersangka Mantan Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail (NMI) dan Mantan Sekda Kota Depok, Harry Prihanto.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Depok, Sufari kepada wartawan saat ditemui wartawan usai kegiatan fakta integritas di Pengadilan Negeri Kota Depok, Rabu (15/1) mengatakan, Jaksa Penuntut Umum mempunyai kewajiban secara hukum sesuai KUHAP harus meneliti berkas.

“Pada saat pertama kami kan sudah meneliti. Dari berkas pertama itu kami memberikan petunjuk namanya P 19,” ujarnya.



Selanjutnya, berkas itu dikembalikan ke penyidik agar dilakukan pembenahan dalam waktu 14 hari.

“Setelah segala macam, kemudian dikirim ke kami kembali, nah oleh Jaksa dilakukan penelitian. Ternyata P 19 kami belum terpenuhi, belum dilengkapi,” paparnya.

Kemudian, sambungnya, sesuai dengan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana atau KUHAP, penyidik mempunyai kewajiban untuk melengkapi kembali. Dan ketika memang mau dilengkapi, maka berkas itu pun harus dikembalikan oleh Jaksa ke penyidik dalam hal ini polisi.

“Setelah tiga kali dikembalikan, kemudian kami melakukan penelitian kembali. Ternyata P 19 juga belum dilengkapi. Itu secara prosedur seperti itu,” terangnya.

Ketika dicecar soal materi apa yang harus dilengkapi, Sufari menjelaskan, secara hukum acara, suatu perkara dinyatakan lengkap apabila terpenuhi syarat formil dan materil. Ketika tidak dipenuhi maka itu tidak layak dilimpahkan ke pengadilan.

“Syarat formil kami sudah memberikan petunjuk. Syarat materil kami juga sudah memberikan petunjuk,”katanya.

Dia mengatakan, adapun petunjuk materil itu, adalah perbuatan tersangka harus didukung oleh alat bukti dan barang bukti. Sehingga itu bisa memenuhi unsur. Ketika perbuatan tersangka itu tidak dilengkapi atau tidak didukung oleh alat bukti dan barang bukti, maka secara materil berkas perkara belum dinyatakan lengkap.

“Apa saja hal itu, ya tentu kami serahkan pada penyidik, tidak bisa kami sampaikan secara umum. Petunjuk itu kan sudah kami berikan pada penyidik. Secara hukum, kami tidak bisa menyampaikan secara terbuka,” terangnya.

Menurut dia, tidak semua yang transparan itu harus dibeberkan pada masyarakat atau kalangan umum termasuk media. Dirinya mempunyai kewajiban untuk memenuhi syarat-syarat dalam KUHAP itu pada penyidik.

“Jadi tidak ada istilah kata berkasnya bolak-balik. Kami hanya memberikan petunjuk sekali. Selanjutnya kami meneliti kembali apakah petunjuk kami yang pertama terpenuhi atau tidak. Jadi tidak ada kata bolak-balik,” kilahnya.

Sufari pun membantah ketika disinggung adanya ketidak singkronan antara tim penyidik dengan tim kejaksaan dalam kasus tersebut.

“Tidak ada itu ketidak singkronan. Kami tidak pernah mengatakan itu perdata. Kami memberikan petunjuk. Petunjuk itu kalau dilengkapi ya harus kami jalan dong. Itu saja. Tidak ada perbedaan persepsi,” katanya.

Kewajiban dari Jaksa peneliti itu, kata dia, adalah memberikan petunjuk.

“Kalau sudah selesai berarti sudah memenuhi persyaratan. Petunjuk kami sudah jelas, siapaun bisa baca, siapaun bisa menilai tentu dari penegak hukum,” tuturnya.

Soal status tersangka apakah bisa bebas atau tidak, Sufari menegaskan, itu bukan kewenangan Jaksa. Menurutnya, Jaksa itu kewajibannya hanya memberikan petunjuk terhadap hasil penyelidikan yang berupa berkas tersebut. Selain dari itu Jaksa tidak bisa memberikan komentar karena bukan kewenangannya.

“Jadi jangan terlalu berandai-andai kesana. Selangkah demi selangkah harus kami selesaikan. Kami berkomitmen untuk menangani perkara korupsi. Termasuk yang saat ini sedang menjerat dua mantan pejabat Depok tersebut. Kalau tidak komit ngapain kami beri petunjuk. Jadi memberi petunjuk itu suatu bentuk kesungguhan kami. Itu bisa dinilai secara akademis maupun ilmiah. Silahkan itu didalami, diartikan masing-masing. Sepanjang itu dilengkapi pasti kami jalan. Dalam KUHAP itu ada asas praduga tak bersalah. Semuanya ada tolak ukurnya. Jadi jelas,” pungkasnya. n CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here