Tahun Ini Bojongsari Diguyur Rp 29 Miliar

0
136
Camat Bojongsari, H Usman Haliyana saat membuka acara Musrenbang di Kelurahan Duren Mekar

Laporan: Rahmat Tarmuji
Program kegiatan pembangunan di wilayah Kecamatan Bojongsari tiap tahunnya mengalami peningkatan. Tahun ini saja, kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kota Tanggerang Selatan dan Kabupaten Bogor itu mendapatkan alokasi anggaran pembangunan sebesar Rp 29 miliar.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Camat Bojongsari, H Usman Haliyana saat membuka acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan di Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari.

“Untuk alokasi pembangunan khususnya kegiatan fisik di wilayah Bojongsari tahun ini sebesar Rp 29 miliar lebih, itu dari APBD Depok. Sementara dari DKI ada juga untuk normalisasi Situ Bojongsari sebesar Rp 2 miliar lebih,” ujar Usman kepada Jurnal Depok, kemarin.



Ia menambahkan, alokasi anggaran pembangunan Rp 29 miliar itu ditujukan untuk kegiatan fisik seperti penurapan, drainase, jalan lingkungan dan kegiatan fisik lainnya.

“Termasuk penurapan Kali Angke tepatnya di Perumahan Villa Pamulang, Pondok Petir karena di sana langganan banjir. Namun saat ini sudah mulai berkurang titiknya,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pola pembangunan pada tahun depan yakni 2020 akan tersentralisasi di masing-masing kelurahan. Dari itu, dirinya berharap agar SDM nya dapat dipersiapkan dengan matang.

“Tahun depan akan ada anggaran Rp 2,7 miliar untuk masing-masing kelurahan, dan itu nantinya dikelola langsung oleh kelurahan, KPA nya lurah, anggaran di kecamatan. Dari itu SDM nya harus disiapkan agar mereka bekerja sesuai aturan,” ungkapnya.

Sementara itu Lurah Duren Mekar, H Ujang Salahudin mengatakan, dalam musrenbang tahun ini untuk realisasi 2020, pihaknya juga focus terhadap persoalan banjir yang sering melanda Perumahan Bukit Sawangan Indah (BSI).

“Kami usulkan untuk pembangunan tanggul dan turap di sepanjang Kali Angke, karena air kali sering meluap ke pemukiman warga ketika hujan deras,” tandasnya.

Selain penurapan, pihaknya juga mengusulkan pengadaan dua unit mesin pompa air untuk menyedot air kali yang ketika meluap membanjiri pemukiman warga.

“Dua hal itu akan menjadi prioritas kami, panjang turap kurang lebih 150 meter, karena saat ini banyak yang amblas. Kalau banjir ratusan rumah terendam terlebih di RT 04, 05, 08, 10 dan RT 16 RW 05,” pungkasnya. n

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here