Pemilik Lahan Duduki Proyek Tol Desari

0
146
Korban Tol Desari saat menduduki proyek pengerjaan jalan tol

Limo | jurnaldepok.id
Setelah melaksanakan aksi demo di Kantor BPN dan Pengadilan Negeri (PN) Depok, ratusan peserta demo bertolak ke lokasi lahan terkena tol di Rw 04 dan 05 Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, untuk berorasi menyampaikan pesan kepada pemerintah agar lebih adil dalam menyikapi permasalahan yang merugikan rakyat kecil.

Kuasa Hukum Sunryo Pranoto selaku pemilik Girik Letter 675a, Khoirul mengatakan, tak dapat dipungkiri bahwa pembangunan Tol Desari menyisakan permasalahan yang berpotensi merugikan rakyat kecil seperti yang terjadi pada polemik permasalahan lahan terkena tol Desari antara pemilik letter C 675a dengan PT Megapolitan selaku pemegang SHGB.

“Pada prinsipnya kami sangat mendukung pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah tapi kami berharap dalam pelaksanaannya tetap memperhatikan hak hak rakyat kecil dan tidak berpihak kepada kaum kafitalis oleh sebab itu kami berpesan kepada Pemerintah agar bijaksana dalam menyikapi permasalahan polemik antara warga pemilik Letter C dengan pemegang SHGB di wilayah Kelurahan Krukut Kecamatan Limo, ” ujar Khoirul, Rabu (9/1).



Pada kesempatan itu pemilik Girik Letter C 675a Sunaryo Pranoto menegaskan, bahwa lahan seluas 4,8 hektar diwilayah Rw 04 dan 05 Kelurahan Krukut yang kini sedang dibangun konstruksi jalan tol mutlak merupakan lahan miliknya hasil pembelian tahun 1974 dari masyarakat.

“Sekarang kita boleh buka bukaan, saya punya bukti secara rinci pembelian tanah ini dari masyarakat yang dicatatkan pada girik 675a sementara PT Megapolitan punya bukti apa terkait pembelian atau pembebasan lahan dari masyarakat oleh sebab itu kami minta kepada semua pihak terkait agar dapat melihat permasalahan ini secara jernih sesuai bukti kepemilikan, ” pungkas Sunaryo. n Asti Ediawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here