Tunggakkan Peserta BPJS Capai Rp 94 M

0
96
Irfan Qadarusman (dok diskominfo)

Margonda | jurnaldepok.id
Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Depok merilis tunggakkan iuran peserta BPJS. Hingga akhir tahun kemarin, tunggakkan iuran peserta BPJS di Kota Depok mencapai Rp 94,5 miliar.

“Data hingga November 2018 lalu, tunggakkan telah mencapai Rp 94.522.520.381 atau sejumlah 204.078 orang/peserta. Jumlah tersebut terdiri dari peserta kelas 1 Rp 35.966.580.318 (41.543 orang), kelas 2 Rp 32.193.941.753 (59.600 orang) dan kelas 3 Rp 26.361.998.310 (102.935 orang),” ujar Irfan Qadarusman, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Depok melalui Humas BPJS Kesehatan Depok, Ridha, Senin (7/1).

Ia menambahkan, saat ini belum ada rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS yang memutuskan hubungan kerjasama. Saat ini terdapat 18 rumah sakit di Depok yang telah membuat MoU dan bekerjasama dengan BPJS.



“Rencananya bulan ini RS Mitra Keluarga juga akan melakukan kerjasama dengan kami. Dalam waktu dekat ini pihak rumah sakit akan menandatangani PKS. Dengan begitu akan ada 19 rumah sakit di Depok yang bekerjasama dengan BPJS,” paparnya.

Banyaknya jumlah peserta BPJS yang menunggak iuran membuat Irfan secara langsung mengimbau kepada masyarakat agar segera membayar iuran tersebut.

“Prinsip penyelenggaraan program JKN-KIS yaitu gotong royong, dari itu kami mengimbau kepada peserta agar rutin dan tepat waktu dalam membayar iuran,” imbaunya.

Hal itu dimaksudkan, kata dia, tak lain agar suistainibilitas program JKN-KIS terjaga, sehingga dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat. n Rahmat Tarmuji

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here