Menhub Bakal Tambah Kapasitas KRL

0
25
Menteri Perhubungan saat singgah di Stasiun Depok

Margonda | jurnaldepok.id
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi melakukan tinjauan ke Stasiun Depok Baru.
Dirinya sekaligus ingin mengetahui bagaimana sistem transportasi massal berbasis rel. Karenanya, dia sengaja naik commuter line dari Tebet menuju Depok.

Dalam rangkaian kereta, Menhub mengatakan dirinya sempat mengobrol dengan penumpang.
Dari testimoni penumpang kata Budi, mereka mengaku senang menggunakan commuter.

“Mereka bilang kereta cepat dan murah,” ujarnya, Sabtu (5/1).



Menurut dia, saat ini sarana dan prasarana kereta juga sudah jauh lebih baik. Sehingga kereta dijadikan moda transportasi utama masyarakat komuter.

“Saya naik dari Tebet ke Depok Baru, saya liat baik , bersih, tepat waktu. Saya tanya beberapa penumpang puas, bahkan ibu- ibu bilang disini lebih aman lebih cepat lebih murah,” katanya.

Dikatakan dia, nantinya akan menambahkan kapasitas KRL dalam waktu dua tahun kedepan.
Peningkatan kapasitas ini atas dasar saran dari para penumpang dan fakta dilapangan.
Diakuinya, masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Misalnya soal kepadatan penumpang di peak hour.

“Memang ada keluhan dari penumpang ada hari dan jam tertentu KRL penuh penumpang. Maka dari itu, akan ada peningakatan kapasitas KRL dalam waktu dua tahun mendatang,” tambahnya.

Saat ini kapasitas penumpang commuter sebanyak 1,2 juta orang, dan akan ditingkatkan menjadi 2 juta orang dalam waktu dua tahun ke depan.

“Saat ini headway kereta baru lima menit dan akan ditingkatkan menjadi tiga menit untuk menunjang target 2 juta penumpang. Jarak kereta api itu kan sekarang lima menit, nanti kami buat tiga menit, jadi kapasitasnya lebih besar,” ungkapnya.

Sementara itu terkait pengerjaan double track kereta menjadi proyek prioritas Kementrian Perhubungan. Saat ini proyek tersebut dalam tahap finalisasi pengkajian. Pembangunan double track dilakukan sepanjang 35 KM dari Stasiun Manggarai, Jatinegara dan Cikarang.
Ditargetkan, siap dioperasikan tahun 2020.

“Sehingga proyek tersebut menjadi prioritas. Target kami 2020 sudah bisa beroperasi. Sekarang sedang tahap finalisasi,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pembangunan double track dilakukan untuk memisahkan jalur kereta api jarak jauh, KRL, dan kereta bandara di Stasiun Manggarai. Sehingga nantinya akan dipisahkan jalur dari luar kota dengan yang dalam kota.

Dia menambahkan, yang perlu dipahami adalah waktu pengerjaan proyek tersebut memerlukan waktu cukup lama.

“Karena ini terkait dengan jam operasional KRL dimulai pukul 05.00 WIB pagi hingga pukul 00.00 WIB. Sehingga waktu pengerjaan proyek hanya beberapa jam saja. Jadi per harinya, kami hanya punya waktu empat jam untuk membangun DDT. Mohon maaf bila, nantinya akan lama,” terangnya.

Dia menjelaskan bahwa jika jangka waktu pengerjaan proyek tersebut di perpanjang, dikhawatirkan banyak penumpang yang tidak kebagian commuter line.
Sehingga dengan waktu yang ada pengerjaan tetap dilakukan secara maksimal.

“Kalau waktu pengerjaan itu kita dipanjangin banyak penumpang gak dapet kereta, makanya maaf agak lama pengerjaannya,”pungksnya. n CR1-JD

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here