Tim Forensik Temukan Luka Tembak

0
54
ilustrasi

Margonda | jurnaldepok.id
Ada luka tembak di kepala Brigadir Kepala Matheus yang ditemukan tewas di sekitar TPU Mutiara RW 13 Kelurahan Pancoran Mas, Kecamatan Pancoran Mas, Senin (31/12) malam.

Kepala Forensik RS Polri Kramat Jati Jakarta, Kombes Pol Edy Purnomo mengatakan, anggota kepolisian Polsek Pancoran Mas yang dibawah kendali operasi (BKO) Satgas Antiteror Polda Metro Jaya itu tewas dengan luka tembak di bagian kepala.

“Tewas dengan luka Ttembak di kepala tembus dari kanan ke kiri,” ujarnya, kemarin.



Dia menuturkan, Bripka Matheus hanya mengalami satu luka saja, hasil autopsi tidak menemukan luka lain.

Kapolresta Depok, Komisaris Besar Didik Sugiarto mengatakan, pihaknya telah memeriksa tujuh orang saksi terkait kasus tewasnya Bripka Matheus, anggota Polsek Pancoran Mas yang ditemukan tewas di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mutiara.

“Ya, kami telah memeriksa tujuh orang saksi untuk mengungkap kasus ini. Saat ini tim masih bergerak mengumpulkan petunjuk dan keterangan,” tandasnya.

Dikatakannya, korban tewas akibat luka parah di bagian kepala.

“Ada luka di bagian kepala. Saat ini tim forensik masih bekerja untuk memastikan luka tersebut karena apa. Saat ini sudah dibentuk tim untuk melakukan penyelidikan terkait ditemukan Bripka Matheus Dehaan,” paparnya.

Lebih lanjut, Didik menegaskan, tim saat ini sedang bekerja untuk membuat terang peristiwa yang terjadi.

“Saat ini tim sedang bekerja, semoga dalam waktu yang tidak terlalu lama kami bisa membuat terang peristiwa yang terjadi,”tukasnya.

Didik mengakui, ada luka di bagian kepala korban. Namun dirinya mengaku belum bisa berkomentar banyak karena masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

“Ada luka di kepala saat ini masih dianalisa oleh tim Forensik dan sudah dilakukan autopsi. Kita tunggu hasilnya,” katanya.

Saksi lainnya mengatakan, pistol dan sepeda motor korban masih utuh di lokasi kejadian.
Peristiwa ini pun menjadi perhatian serius aparat. Sejumlah pasukan dari Unit Puslabfor, Densus 88 Anti Teror Mabes Polri dan Polda Metro Jaya pun telah dikerahkan untuk membantu proses penyelidikan bersama Polresta Depok.

Bahkan, dua anjing pelacak dari satuan K9 juga telah diturunkan langsung ke tempat kejadian perkara.
Sementara itu sebelum meninggal dunia, Bripka Matheus masih mengobrol bersama rekan kerjanya. Dia pun turut minum kopi di kantin Polsek Pancoran Mas bersama rekannya pada Senin (31/12) siang. Rekan kerjanya mengaku tak percaya akan kematian Matheus.

Dari informasi salah satu rekannya memang Matheus terlihat merenung menyendiri di tempat duduk paling belakang dekat kantin. Lalu korban diajak minum kopi oleh anggota lainnya.

“Sempat duduk aja sendirian beliau siang itu. Lalu diajak ngopi di kantin,” kata salah seorang rekan korban yang enggan disebutkan namanya.

Namun dia mengaku tidak tahu mengapa korban hanya berdiam diri saja.

“Paling pojok merenungkan apa , saya gak tahu. Pas tahu korban meninggal saya kaget,” katanya.

Jenazah anggota Polisi Bripka Matheus yang ditemukan tewas bersimbah darah, Senin (31/12) malam, pada Selasa (1/1) 2019 dimakamkan di TPU Palsigunung, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis. Prosesi pemakaman ini berlangsung secara kenegaraan dengan dipimpin langsung Kapolresta Depok Komisaris Besar Didik Sugiarto.

Selain keluarga dan kerabat, tampak pula sejumlah perwira Polresta Depok dan jajaran menghadiri prosesi pemakaman tersebut. n CR1-JD


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here