Angka Kriminalitas Diklaim Menurun

Kapolresta Depok bersama Forkopimda dan OPD Pemt Depok saat menggelar rilis akhir tahun

Margonda | jurnaldepok.id
Angka kejahatan di Polresta Depok ada penurunan di Tahun 2018 jika dibandingkan Tahun 2017 sebanyak 26 persen.

Kapolresta Depok, Kombes Pol Didik Sugiarto dalam Kaledoskop Tahun 2018 di Aula Atmani Adhi Wedhana Mapolresta Depok mengatakan, jika dibandingkan dengan tahun 2017 jumlah kasus 2.777 dibandingkan Tahun 2018 terjadi penurunan 26 persen yaitu 2.064 kasus.

“Untuk kasus yang sering terjadi yaitu 3 C (Curat, Curanmor, dan Curas) ada penurunan juga di tahun 2017 sekitar 583 kasus dan di 2018 ada 536 penurunan sekitar 8,06 persen,” ujarnya, kemarin.

Lalu, sambungnya, untuk 11 kasus sama terjadi penuruna Tahun 2017 ada 1.228 kasus di Tahun 2018 979 penurunan 2,27 persen.

Dia menuturkan, penurunan kejahatan di wilayah hukum Polresta Depok berkat dari beberapa langkah upaya yang telah dilakukan seperti prepentif maupun prepemtif dengan bersinergi antara anggota Kodim 0508 Depok dalam melakukan patroli rutin siang maupun malam hari.

“Kami bersinergi dengan unsur tiga pilar dalam melakukan patroli maupun operasi cipta kondisi membuat para pelaku kejahatan mengurungi niatnya untuk beraksi,” paparnya.

Dalam satuan kerja unit Narkoba sendiri, kata dia, ada kenaikan secara kuantitas maupun kualitas pada tahun 2017 kuantitas ada kasus 339 di tahun 2018 ada 3,44 kasus kenaikan 1,47 persen.

Lalu secara kualitas barang bukti yang disita jenis ganja ada 8.841,27 gram di tahun 2017 lalu tahun 2018 ada 97.353,33 gram, extacy 109 butir dan sabu Tahun 2017 ada 663,66 gr dan Tahun 2018 ada 583,3 gram.

“Penurunan tidak hanya kasus kejahatan dan narkoba saja, namun untuk Laka Lantas sendiri terjadi penurunan sebanyak 20 persen,” terangnya.

Data Tahun 2017 kasus 253 dan Tahun 2018 kasus 215 yang dapat diselesaikan. Rata-rata kecelakaan disebabkan karena out of control dan dipegang motor baru mobil.

Sedangkan dalam operasi preman Polresta Depok telah mengamankan 415 orang dan ditahan ada 158 orang. Barang bukti miras dan narkoba telah lebih dahulu dimusnahkan menjelang penutupan akhir tahun.

Menjelang tahun 2019, masih ada sejumlah kasus menonjol yang belum terungkap. Salah satunya, misteri kematian Akseyna Ahad Dori.

Seperti diketahui, Akseyna merupakan mahasiswa jurusan Biologi Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (UI). Korban ditemukan tewas dalam kondisi tenggelam di kawasan Danau UI pada Tahun 2015 lalu.
Ketika jasadnya dievakuasi, petugas menemukan batu di dalam tas ransel warna hitam yang dibawanya.

Selain itu, terdapat luka lebam pada kepala dan tubuh. Diduga, korban mengalami pembunuhan.
Kapolresta Depok, Kombes Pol Didik Sugiyarto berjanji akan membongkar kasus tersebut di tahun 2019 mendatang.

“Yang jelas Akseyna menjadi salah satu PR Polresta Depok untuk dibuat menjadi jelas,” ucapnya.

Menurutnya, proses penyelidikan masih berjalan dan terus dilakukan berkoordinasi dengan Tim Polda Metro Jaya.

“Ini akan kami tindak lanjuti, juga termasuk semua kasus yang di 2018 belum terungkap, di tahun 2019 kami upayakan langkah – langkah pengungkapan,”katanya. n CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here