Lima Anggota Ormas Jadi Tersangka Pengeroyokan Polisi

Kapolresta Depok saat menggelar konfrensi pers terkait pengeroyokan anggota polisi oleh Ormas

Margonda | jurnaldepok.id
Aparat Kepolisian Polresta Depok menetapkan lima orang tersangka dalam kasus pemukulan anggota Brimob yang terjadi di Jalan Juanda, Kecamata Sukmajaya, Selasa (25/12) sore. Kelima tersangka itu merupakan anggota organisasi masyarakat (Ormas).

Kapolresta Depok, Kombes Pol Didik Sugiarto mengatakan, dari 13 anggota ormas yang diamankan, lima diantaranya ditetapkan jadi tersangka. Mereka adalah W, JF, AS, DD dan RH. Dari informasi yang didapat yang melakukan pemukulan pertama kali adalah W.

“Kelimanya sudah kami amankan setelah didapat keterangan dari saksi dan dirasa memenuhi dua alat bukti. Kini kelimanya ditahan di sel Polresta Depok,” ujarnya, Kamis (27/12).

Dia mengatakan, dari hasil olah TKP penyidik memverifikasi saksi 19 orang.
Kemudian dari 13 anggota ormas tersebut ditetapkan lima orang pelaku pengeroyokan, pengancaman kepada Ipda Ishak yang merupakan anggota polisi dari kesatuan Brimob.

“Dari kelima pelaku, mereka ada yang memukul korban kemudian ada yang menarik baju korban dan ada yang menghentikan kendaraan. Ada yang menggebrak kendaraan. Ada yang memukul, menarik baju korban,” terangnya.

Kelima tersangka dijerat pasal 170 dan atau pasal 335 dan 358 junto 55 ayat 1 KUHP.
Ancaman hukuman diatas 5 tahun. Hingga kini pihaknya masih melakukan pengembangan atas kasus tersebut.

“Kami akan terus melakukan pengembangan dan bila ditemukan dua alat bukti kami akan memburu yang ikut serta. Inisial W yang memprovokasi pertama,” tukasnya.

Sedangkan untuk kondisi korban sendiri saat ini sudah bisa beraktifitas seperti biasa.

“Korban mengalami luka memar akibat pemukulan,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, seorang anggota polisi yang bertugas di Brigadi Mobil Kelapa Dua pada, Selasa (25/12) dipukuli oleh sekelompok massa yang diduga dari salah satu ormas.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan peristiwa itu bermula ketika korban yang sedang melintas dengan mobil di Jalan Juanda, Kecamatan Sukmajaya, menegur sejumlah pria yang meminta sumbangan kepada para pengguna jalan hingga menyebabkan kemacetan panjang.

Saat ditegur oleh korban, para pelaku yang beratribut ormas tertentu itu tak terima ditegur.
Bahkan pelaku menendang mobil yang dikemudikan Ishak.

Ishak sempat mengaku sebagai polisi agar mereka tidak melakukan penendangan mobilnya.
Namun bukannya meminta maaf, para pelaku justru meludah dan merobek baju Ishak hingga terjadilah keributan yang tak seimbang. n CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here