Dishub Rancang Rencana Operasi Angkutan Natal Dan Tahun Baru 2018-2019

0
45
Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, H Dadang Wihana beserta jajaran saat melakukan rampcheck angkutan Natal dan tahun baru

Dinas Perhubungan Kota Depok membuat Rencana Operasi Angkutan Natal Dan Tahun Baru 2018-2019. Hal itu didasari Surat Menteri Perhubungan Indonesia kepada gubernur seluruh Indonesia Nomor: AJ 201/2/7 PHB 2018 Tanggal 30 November 2018 tentang langkah-langkah persiapan penyelenggaraan angkutan Natal dan tahun baru 2019.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, H Dadang Wihana mengatakan tujuan diadakannya Rencana Operasi Angkutan Natal Dan Tahun Baru 2018-2019 ialah untuk meningkatkan kelancaran dan keselamatan dalam menunjang pergerakan arus lalu lintas dan angkutan baik orang, barang maupun jasa pada saat penyelenggaraan angkutan Natal dan tahun baru 2019.

Selain itu, hal tersebut juga dimakudkan untuk meyiapkan ketersediaan sarana dan prasarana lalu lintas jalan raya dan moda angkutan lainnya, menjaga stabilitas harga tarif angkutan umum pada saat penyelenggaraan angkutan Natal tahun 2018 dan tahun baru 2019, mewujudkan pelayanan angkutan kepada masyarakat dan terjamin kondisi situasi yang kondusif serta terkendalinya distribusi angkutan kebutuhan pokok masyarakat.



Dinas Perhubungan Kota Depok, sambungnya, juga telah membuat kebijakan umum penyelenggaraan angkutan Natal 2018 dan tahun baru 2019 seperti SIAP kelaikan sarana (Ramp Check), pengawasan terhadap harga tiket dan jumlah tiket yang dijual agar tidak melebihi kapasitas angkut (sesuai manifes), ketersediaan sarana angkutan jalan, pengawasan terhadap pelayanan angkutan jalan sesuai dengan standar pelayanan penumpang dan pembentukan posko pemantuan dan penanganan angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 di terminal.

Lebih lanjut Dadang mengatakan, hasil rampcheck tidak laik bervariasi. Banyak kendaraan yang lampunya tidak berfungsi dengan baik dan tidak tersedia Apar dan kalaupun ada sudah kadaluarsa.

Dinas Perhubungan Kota Depok juga menyebutkan hasil rapat koordinasi di Ditjen Hubdat tanggal 15 Nop 2018, untuk Rencana Pengaturan Lalu Lintas dan Pembatasan Angkutan Barang pada waktu-waktu telah ditetapkan.

Waktu operasional mobil barang pun telah diatur diantaranya periode Natal Tahun 2018 21 Desember 2018 (00.00 WIB) s/d 22 Desember 2018 (24.00 WIB), 25 Desember 2018 (00.00 WIB s/d 24.00 WIB). Sementara untuk periode tahun baru 2019 mulai 28 Desember 2018 (00.00 WIB s/d 29 Desember 2018 24.00 WIB) dan 1 Januari 2019 (00.00 WIB s/d 24.00 WIB). Adapun wilayah monitoring meliputi Terminal Depok dan Kantor Dinas Perhubungan Kota Depok.

Untuk prasarana angkutan jalan meliputi Terminal Depok dan Terminal Jatijajar (pusat). Kesiapan sarana angkutan berjumlah 72 armada di Terminal Depok dan 70 armada di luar terminal Depok. Selain itu, Dishub Kota Depok juga telah memprediksi kenaikan jumlah penumpang berangkat yakni sebesar 15 persen.

Dinas Perhubungan Kota Depok juga menerapkan kebijakan kesiapan sarana dan awak untuk peningkatan aspek keselamatan, peningkatan kualitas layanan mulai saat pembelian tiket, selama perjalanan pada masa penyelenggaraan angkutan Natal dan tahun baru serta pelayanan angkutan terusannya dan peningkatan ketertiban dan keamanan pada simpul-simpul transpotasi (stasiun dan terminal) serta selama perjalanan.

Sementara kebijakan umum yang dilakukan Dishub diantaranya pelaksanaan tes uji kesehatan dan tes narkoba kepada seluruh awak moda transportasi, pengawasan terhadap harga tiket dan jumlah tiket yang dijual agar tidak melebihi kapasitas angkut, pengawasan terhadap pelayanan di masing-masing moda berjalan sesuai dengan standar pelayanan penumpang dan pembentukan posko penanganan Angkutan Natal dan Tahun Baru 2018-2019.

Terkait titik kemacetan, Dinas Perhubungan Kota Depok telah memetakannya di antaranya di kawasan Margonda, kawasan Sawangan, kawasan Kartini, Citayam, GDC dan kawasan Cinere.

Untuk itu pihaknya akan melakukan langkah penanganan seperti perbantuan pengaturan lalu lintas dengan penempatan petugas sebanyak kurang lebih 158 orang pada 33 poskotis atau lokasi rawan kemacetan oleh Dinas Perhubungan Kota Depok dan Kepolisian Resor Kota Depok. ADV

 

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here