Satu Keluarga Korban Tsunami Dimakamkan

0
115
Walikota Depok, Mohammad Idris bersama warga saat menggotong keranda jenazah korban tsunami di wilayah Banten

Cipayung | jurnaldepok.id
Satu keluarga yang menjadi korban gelombang tsunami pada, Senin (26/12) dimakamkan di Taman Pemakaman Umum di Kampung Rawa Geni, Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung.
Mereka yang dimakamkan yakni Yayan Nuryanah (34), istri Koharudin yang selamat dan dan dua orang anaknya yang meninggal yakni masing-masing Khairul Azzam (11) dan M. Zubair (1).

Koharudin, korban selamat atas kejadian itu terlihat tak kuasa menahan kepedihan ketika mengantar istri dan dua anaknya ke pemakamanan.

Walikota Depok, Mohammad Idris yang ikut menggotong jenazah korban pun terlihat tak kuasa menahan kesedihan.



“Kami turut belangsungkawa dan duka mendalam khususnya warga masyarakat Depok. Kami meyakini, kalau Allah sudah berkehendak kita tidak bisa menolak. Allah mungkin berkehendak lain yang kita tidak tahu, itulah rahasia Illahi. Kita harus berbaik sangka, dan setiap musibah In Sya Allah ada hikmahnya,” ujarnya.

Di lokasi lainnya korban tsunami atasmma, Anitia Widyanti warga komplek perumahan Rivaria Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, dimakamkan. Sementara dua anaknya hingga berita ini ditulis belum ditemukan.

Sementara di lokasi lain, Ida Susanti (41) seorang warga di RW 07 Kelurahan Sawangan Lama, Kecamatan Sawangan, juga telah dimakamkan pada, Senin (24/12) sore.

Ayah Ida, Isan kepada wartawan pada, Minggu (23/12) mengatakan
Ida bersama suaminya Parwoto dan ketiga anaknya pergi ke Anyer dalam rangka mengisi liburan sekolah.

“Berangkat sejak, Sabtu (22/12) sore dan sampai di Anyer, Banten sekira pukul 21.00 WIB,” ungkapnya.

Namun, tak lama menikmati udara pantai, tiba-tiba ombak menerjang cukup tinggi.

“Posisi mereka itu baru pada keluar dari mobil. Mobilnya ringsek parah. Pas ada ombak mereka pada lari berhamburan, nyelamatin diri masing-masing. Cucu sama mantu saya Alhamdulillah selamat. Mereka luka parah, tapi selamat. Sekarang lagi dirawat di RSUD di Sawangan, enggak jauh dari rumah,”katanya.

Sementara itu seorang bocah bernama Ismail Hamizan (10) warga Jalan Muhajir, Kelurahan Gandul, Kecamatan Cinere, selamat dari terjangan gelombang tsunami yang melanda pantai Tanjung Lesung, Propinsi Banten yang terjadi pada, Sabtu (22/12) malam.

Korban mengalami patah tulang kaki dan sempat tak sadarkan diri dan
dirawat di Puskesmas Panimbang, Pandeglang, Banten, yang kemudian dibawa ke RS Puri, Cinere.

Joko, salah satu kerabat dari korban tsunami warga Cinere mengatakan, saat dirawat di Puskesmas Panimbang, Ismail diketahui kehilangan kedua orangtua serta adik perempuannya yang berusia 5 tahun, Maryam.

“Dia datang ke Tanjung Lesung bersama keluarga dengan kerabatnya di acara gathering PLN,” terangnya.

Namun kata dia, informasi terakhir memastikan bahwa ayah Ismail selamat.
Sementara ibu Ismail yang biasa disapa bunda Ngesti mengalami patah kaki. Sementara adik Ismalil yang masih TK atas nama Maryam, ditemukan meninggal dunia.

Dari informasi yang didapatnya, diketahui saat kejadian Ismail beserta keluarga berada di dekat panggung dimana Band Seventeen sedang beraksi sebelum panggung tersapu tsunami.

“Ananda Ismali sudah dibawa ke RS Puri Cinere oleh petugas medis dari PLN,” ungkapnya.

Sekitar 43 korban Tsunami di Selat Sunda yang merupakan karyawan PLN Gandul, Kecamatan Cinere masih mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Puri Cinere, akhir pekan kemarin.

Direktur RS Puri Cinere Depok, dr. Judiwan D Maswar kepada wartawan mengatakan, penanganan korban tsunami dari lokasi Tanjung Lesung dan sekitar di RS Puri Cinere terorganisir dengan baik.

“Sistem penanganan rujukan massal korban bencana dari luar berjalan baik dengan melakukan mobilisasi dokter dan perawat yang tidak berdinas didatangkan ke RS,” katanya.

Dirinya menyebut, total jumlah korban sampai pukul 21.00 WIB Minggu malam (23/12), jumlah pasien rujukan tsunami dari lokasi Tanjung Lesung dan sekitarnya ada 40 orang.

“Sebanyak 15 orang di antaranya harus rawat inap dan harus menjalani operasi. Selanjutnya, jumlah dokter Unit Gawat Darurat (UGD) sejak pagi kemarin, Minggu (23/12), ada 8 orang yang bekerja secara tim bersama 20 perawat,” pungkasnya. n CR1-JD


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here