Pencairan Dana RTLH Amburadul

Salah satu RTLH yang berada di wilayah Pancoran Mas

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Keluraga Marsan salah satu pemilik Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Jalan RD Sukarma Rt 03/03 Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB) Kecamatan Pancoran Mas mengaku kecewa lantaran hingga saat ini belum menerima speserpun bantuan dari Pemerintah pada program perbaikan RTLH padahal kata dia sebelumnya dikabarkan akan segera mendapat bantuan bahkan lanjut dia dirinya sudah membuka rekening Bank Jabar sebagai salah satu persyaratan untuk menerima dana bantuan RTLH.

“Saya disuruh buka rekening di Bank Jabar karena katanya uang bantuan akan ditransfer melalui rekening itu tapi mana sampai sekarang saya belum mendapatkan sepeserpun bantuan, ” ujar Marsan kepada Jurnal Depok, kemarin.

Dikatakan Marsan, sejak dikabarkan akan segera mendapat bantuan dari Pemerintah dirinya berinisiatif membongkar bagian atas rumahnya dengan harapan begitu dana turun pekerjaan bisa segera dilaksanakan.

“Saya enggak ngerti masalahnya kenapa program bantuan kok bisa seperti ini sementara rumah sudah terlanjur saya bongkar dan untuk mengerjakan perbaikan saya terpaksa pinjam sana sini dan sekarang sudah habis lebih dari Rp 8 juta, ” imbuhnya.

Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB) Kecamatan Pancoran Mas, Zainul Fatah mengatakan keterlambatan pencairan dana bantuan RTLH dikarenakan perubahan mekanisme proses pencairan dana yang tadinya semua dana langsung ke rekening keluarga penerima bantuan tapi sekarang sebagian dana dikirim ke Toko material penyedia bahan bangunan dan hanya Rp 3 juta dari total bantuan Rp 18 juta yang dikirim ke rekening kelurga penerima manfaat (KPM).

“Saya juga kurang paham kenapa jadi amburadul kayak begini dan siapa yang mengeluarkan aturan baru seperti ini karena faktanya banyak material yang menolak saat ditawarin sebagai suplayer karena takut terkena masalah dan ini yang membuat keterlambatan pengerjaan perbaikan RTLH dan itu tidak hanya terjadi pada keluarga bapak Marsan saja, ” ungkap Jejen sapaan akrab Zainul Fatah.

Dia menambahkan, tahun 2018 tinggal beberapa hari lagi sementara persoalan pencairan dana untuk membeli bahan material bangunan dan untuk ongkos tukang belum jelas.

“ini yang membuat kami pesimis program perbaikan RTLH jalur aspirasi Dewan tahun ini dapat terlaksana dalam tahun ini, ” imbuhnya. n Asti Ediawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here