Harga Daging Ayam Melonjak

0
110
istimewa

Beji | jurnaldepok.id
Menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru, harga daging ayam di Pasar mulai menjulang tinggi. Para pedagang seperti di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji, mengeluhkan akan kenaikan ini, pasalnya harga ayam potong di Pasar Kemiri Muka, Depok mencapai Rp 55.000 per ekor.

Harga tersebut naik Rp 15.000 dibandingkan dengan harga ayam potong pada awal dan akhir November.

“Di November masih Rp 40.000 per ekornya, terus berubah harganya sudah seminggu ini jadi Rp 55.000, jadi bingung kami jualnya,” ujar Warsinam salah satu pedagang ayam Pasar Kemirimuka.



Sementara itu pedagang ayam lainnya, Jumilah mengatakan, selama 23 tahun ia menjadi pedagang ayam, baru kali ini kenaikan drastis terjadi.

“Waduh selama saya jualan di sini baru kali ini yang naiknya seperti ini, biasanya naik seribu dua ribu ini sampai naik belasan ribu, ” tandasnya.

Sementara Sujini mengatakan, harga ayam potong yang naik mengakibatkan para pelanggannya mengurangi jatah pembeliannya.

“Sekarang pembeli pada kurang-kurangi jatah belinya, yang biasanya beli 15 kilo sekarang dia belinya 13 kilogram,” ucapnya.

Dia mengakui, kadang ia merasa bingung menjual kembali ke masyarakat apabila ia membanderol harga yang tinggi.

“Namanya pedagang, kami kan maunya dapet untung yak, misalnya aja nih kulit ayam dari pabriknya Rp 25.000 terus ke saya sudah dijualnya Rp 27.000, ya mau gak mau saya jual Rp 30.000. Kadang ada aja yang protes marah-marah tapi mau gimana lagi,”katanya.

Sementara Santo salah seorang pembeli mengatakan, meski harga ayam potong merangkak naik, ia tetap harus membeli daging ayam untuk masakan sehari-hari yang ia jual lagi ke masyarakat.

“Walaupun naik harganya, masyarakat itu tetap nyarinya ya ayam goreng. Ayam goreng paling disukai, “katanya.

Dia mengaku sempat rugi beberapa hari karena kenaikan ayam tersebut.

“Rugi sempat sih sudah dua hari, soalnya saya belum naikin harganya dulu, saya baru berikan imbauan ke pelanggan saya kalau harga ayam goreng ini kedepannya akan naik, “ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Disdagin Kota Depok, Anim Mulyana mengatakan harga kebutuhan pokok di Kota Depok masih belum mengalami kenaikan yang signifikan.

Hal tersebut berdasarkan pantauan yang rutin dilakukan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok di lima pasar tradisional yang dikelola oleh pemerintah.

“Pada dasarnya bahan pokok yang kami pantau adalah yang memiliki Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu beras, daging, minyak goreng, telur, dan gula pasir,”katanya.

Harga sejumlah bahan pokok tersebut masih terpantau stabil. Untuk harga beras kualitas medium Rp 9.499/kg, gula pasir Rp 12.500/kg, daging sapi murni Rp 115.714/kg, daging ayam broiler Rp 36.307/kg, telur ayam broiler Rp 24.947/kg, dan minyak goreng curah/liter Rp 10.986.

Untuk komoditi lainnya juga belum mengalami kenaikan yang signifikan.

“Misalnya cabai merah keriting Rp 28.658/kg dari sebelumnya Rp 28.971/kg, bawang merah sedang Rp 26.887/kg dari sebelumnya Rp 26.593/kg, dan bawang putih biasa Rp 23.504/kg dari sebelumnya Rp 23.418/kg. Jika ada kenaikan itu masih dikisaran Rp 1.000 – Rp 2.000,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, guna mengantisipasi kenaikan harga jelang Natal dan Tahun Baru 2019, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah antisipatif. Diantaranya menggelar operasi pasar murah baik yang bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) maupun yang diadakan oleh Disdagin. Kemudian, melakukan pemantauan harga secara berkala.

“Kami juga mengimbau para pedagang untuk tidak memanfaatkan momen Natal dan Tahun Baru 2019 dengan menaikan harga setinggi-tingginya. Sebab, pasokan bahan pokok untuk Kota Depok sejauh ini masih cukup,” katanya. n CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here