Eksekusi Rumah Tol Cijago Ricuh

0
115
Sebuah alat berat saat membongkar bangunan di lokasi Tol Cijago

Sukmajaya | jurnaldepok.id

Kericuhan terjadi pada rumah warga yang terkena pembangunan jalan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) di Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Sukmajaya. Hal ini lantaran sejumlah warga pemilik lahan menolak dilakukan eksekusi karena merasa belum menerima uang ganti rugi.

Suasana bahkan sempat memanas karena terjadi aksi saling dorong antara warga dengan petugas yang berjaga.



Kegaduhan terjadi di dekat lokasi proyek, tepatnya di samping tembok tol. Salah satu warga melempar batu ke arah alat berat dan langsung diamankan petugas.

Berdasarkan pantauan Jurnal Depok, ratusan pasukan gabungan telah bersiap dari pagi untuk mengawal jalannya eksekusi. Tim Jaguar pun langsung turun dan melerai kericuhan. Warga dibawa keluar lokasi dan didamaikan agar tidak emosi.

“Tenang ya, ini kami hanya menjalankan tugas. Dengarkan saya,” kata Katim Jaguar Iptu Winam Agus.

Setelah ditenangkan Tim Jaguar, warga kemudian bisa diajak bicara dengan damai. Mereka hanya pasrah melihat barang-barangnya diangkut keluar rumah.

“Kami tidak melawan. Hanya minta waktu agar kami mengambil uang dulu di Pengadilan Negeri Depok. Setelah uang cair baru kami keluar rumah dengan sukarela. Tapi jangan dipaksa seperti ini,” kata Edi Sahril, salah satu warga.

Dia dan sejumlah warga lainnya mengaku kecewa dengan PN Depok yang sudah melakukan eksekusi. Pasalnya permintaan mereka untuk ditunda tidak dipenuhi.

Ketua RT 04/RW 22 Kelurahan Baktijaya, Edi Syahril mengatakan warga menolak eksekusi karena belum menerima uang pembayaran yang dititipkan ke Pengadilan Negeri Depok.

“Kami bukan menolak tapi ini belum menerima uang ganti rugi. Kalau sudah ada uang ganti rugi akan kosongkan sendiri rumah. Kami tidak mau melawan,” ujarnya.

Edi menuturkan ada 14 kepala keluarga yang belum mendapat uang ganti rugi sehingga menolak proses eksekusi.

“Dengan penggunaan kekuasaan kami dipaksa. Ini belum inkrah dari Pengadilan Tinggi atau MA tapi sudah dieksekusi,” ucapnya.

Sementara itu, Imam dari Tim Eksekusi PN Depok mengatakan, total rumah yang dieksekusi sebanyak 30 bidang. Terdiri dari 10 rumah di Kelurahan Bakti Jaya dan 20 rumah di Kukusan, Beji.

“Nilainya bervariasi. Kemarin di Bakti Jaya dulu. Selanjutnya di Kukusan. Uang ganti rugi sudah dititipkan di Pengadilan,”katanya.

Pejabat PPK Tol Cinere-Jagorawi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Agung Sapto mengatakan, kebutuhan lahan untuk tol tersebut seluas 44 hektare. Saat ini sebanyak 98 persen sudah selesai dikerjakan dan 2 persen sisanya seluas 1,2 hektare.

Lahan yang belum dikerjakan itu karena ada penolakan dari beberapa warga terkait ganti rugi.

“Uang ganti rugi lahan itu sudah dititip atau konsinyasi ke Pengadilan Negeri Depok, dan penitipan tersebut sudah ditetapkan secara sah oleh Pengadilan Negeri Depok,” tandasnya.nCR-JD1


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here