Posyandu Lily Pondok Petir Berkibar Di Jabar

0
95
Kader Posyandu Lily Kelurahan Pondok Petir foto bersama walikota dan tim penilai

Margonda | jurnaldepok.id
Posyandu Lily di Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, yang mewakili Kota Depok dalam Lomba Posyandu dan Posyandu Award Tingkat Provinsi Jawa Barat, akhirnya terpilih dalam 4 besar Posyandu terbaik kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Ketua Tim Penilai Lomba Posyandu dan Posyandu Award Provinsi Jawa Barat, Agus Ismail mengungkapkan, dari 9 kabupaten/kota yang dinilai Provinsi Jawa Barat saat penilaian di Kota Cirebon, Depok berhasil lolos seleksi administrasi. Sehingga Depok bersama Kota Sukabumi, Kota Bogor, dan Kota Bandung mendapat klarifikasi lapangan oleh tim penilai.

“Dengan demikian, silakan Depok bisa melakukan self assesment dengan ketiga kota lainnya dengan indikator dan instrumen yang ada, saling melakukan self assesment,” ujar Agus seperti dilansir depok.go.id, kemarin.



Dikatakannya, saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah mengedepankan program Jabar Juara Lahir Batin dengan berbagai kolaborasi dan inovasi yang ada. Mulai dari anak juara, perempuan juara, ibu juara, milenial juara, kesehatan juara, Puskesmas juara, hingga Posyandu juara.

“Di Posyandu bisa dilakukan kolaborasi, termasuk inovasi. Bagaimana pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, masyarakat, dunia kampus bisa berperan dalam memajukan Posyandu,” paparnya.

Lurah Pondok Petir, Anwar Nasihin mengatakan Posyandu Lily memiliki dua keunggulan yaitu gedung dan sarana posyandu yang memadai serta SDM atau kader yang kompak, mau belajar dan mau bekerja keras.

“Dengan dua potensi itu Posyandu Lily RW 15, layak diperhitungkan untuk menjadi yang terbaik di Provinsi Jawa barat. Selain itu yang terpenting, regulasi dalam bentuk dukungan dari Walikota Depok, kelengkapan data di Pokjanal Posyandu kota, kecamatan, semakin memperkuat eksistensi Posyandu Lily untuk diperhitungkan sebagai juara di provinsi,” tandasnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, inovasi yang dilakukan di posyandu tersebut meliputi kampung tahfidz, bubursulam (ibu-ibu rame-rame konsumsi suplemen alami) daun katuk, granat (gerakan anti TV) dari 18.00-21.00WIB dan tampah (tabungan sampah membawa berkah).

“Orang tua dan anak waktu sholat berjamaah di mushola, mereka berkomitmen pukul 18.00- 21.00WIB mematikan TV, waktu tersebut untuk belajar dan kumpul keluarga. Ibu-ibu dan anak ada wakta makan bersama di posyandu (Jumat berkah), hal itu dapat menambah keakraban keluarga. Kami juga memiliki inovasi posyandu ramah keluarga, ramah anak dan kampung Tahfidz,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here