Kadis PUPR Tanggapi Proyek Drainase Yang Amburadul

0
108
Manto Djorghi

Sawangan | jurnaldepok.id
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok menanggapi proyek drainase Jalan H Ma’at RW 02 Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, yang pekerjaannya dinilai amburadul oleh warga.

“Saya belum konfirmasi dengan PPK nya yang menjadi penyebab terlambat dalam pengerjaan,” ujar Manto Djorghi, Kepala Dinas PUPR Kota Depok, Kamis (6/12).

Ia menambahkan, bila ada alasan yang kuat maka dimungkinkan bagi PPK untuk melakukan adendum waktu pengerjaan, sehingga output fisiknya sesuai dengan DED.



“Makanya saya konfirmasi dulu dengan PPK nya, permasalahannya apa sehingga terlambat dalam pengerjaannya. Bila alasannya logis dan masuk akal disertai dengan bukti, maka tidak langsung ditindak,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, hal itu akan berbeda bila kegiatan tersebut sudah lewat tahun, maka dipastikan kegiatan tersebut cut off dan sanksinya jelas.

“Pertanyaannya, apakah kegiatan tersebut lewat tahun 2018,” tanyanya.

Ketika ditanya apakah hal itu dianggap wajar dan PUPR akan memberikan toleransi terhadap pelaksana proyek yang sudah jelas tidak menyelesaikan pekerjaannya sampai batas waktu yang telah ditentukan, ini jawaban Manto.

“Saya tidak mengatakan demikian ya, saya cari tahu dulu penyebabnya apa,” katanya.

Dia menambahkan, terkait hal itu kalaupun ada addendum perpanjangan waktu kontrak maka rekanan tersebut akan dikenakan denda.

“Dendanya 1/1000 per hari dari nilai kontrak dan dendanya akan disetor ke kas daerah. Tergantung berapa hari perpanjangan waktunya. Misal tujuh hari maka 7/1000 dikali nilai kontrak sama dengan dendanya,” ungkapnya.

Sebelumnya warga di lingkungan RW 02 Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, mengecam pemborong saluran air di Jalan H Ma’at. Pasalnya, hingga batas akhir pengerjaan yakni 5 Desember kemarin, proyek tersebut belum selesai dikerjakan.

“Dari pagi sampai saat ini tidak ada yang kerja, hari ini (kemarin,red) sudah batas akhir pengerjaan,” ujar Komarudin, salah seorang warga kepada Jurnal Depok, Rabu (5/12).

Ia menambahkan, warga sangat mencam pelaksana pengerjaan drainase Jalan H Ma’at dan meminta pemerintah dapat memberi sanksi kepada pelaksananya.

“Pengerjaan drainase Jalan H Ma’at seharusnya dikerjakan sejak 22 Oktober sampai 5 Desember sudah selesai. Tapi galian drainase tersebut hingga saat ini sudah hampir satu bulan mangkrak belum dipasang uditnya, sedang besok sudah jatuh tempo pekerjaan,” paparnya.

Alhasil, galian tanah tersebut merusak badan jalan yang tergerus oleh air, dan warga pun kesulitan keluar masuk gang lantaran ada galian. n Rahmat Tarmuji


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here