Penderita HIV/AIDS Meningkat

0
47
ilustrasi

Laporan:CR1-JD
Di tahun 2018 ini sekitar 762 warga Depok terkena penyakit HIV/AIDS, dimana pada tahun 2017 lalu berjumlah 706 dan tahun 2018 ini ditemukan pasien baru berjumlah 56 pasien.

“Untuk tahun ini tim kami menemukan adanya sekitar 56 pasien HIV/AIDS baru, dengan berarti pihak kami mendampingi 762 pasien HIV AIDS,” ujar Direktur Program Kumpulan Dengan Segala Aksi Kemanusian atau Kuldesak, Hendra Chaerudin.

Hal itu dikatakannya saat memeringati Hari AIDS Sedunia pada 1 Desember di kantor sekretariat Kuldesak di Pondokcina, Kecamatan Beji.



Dia mengatakan, jumlah 762 itu merupakan jumlah dari tahun 2016 hingg 2018 saat ini yang terdiri dari laki-laki 507, perempuan 255 pasien dengan usia anak-anak 0-13 berjumlah 39 pasien, 14-18 usia remaja degan tujuh pasien dan dewasa 716 pasien.

Selain itu, data populasi kunci yang dimiliki Kuldesak ada 10 waria dan 17 pekerja seks dan pelanggan seks berjumlah 32 terkena penyakit AIDS/HIV dan Gay berjumlah 195 pasien.
Data HIV-AIDS Tahun 2017 yang disajikan adalah bersumber dari Sistem Informasi Pendampingan ODHA di Kota Depok dimana untuk periode Januari – Desember Tahun 2017 terjadi perubahan dan perkembangan data dalam laporan pasca Kegiatan Validasi dan Harmonisasi Data bersama di Kota Depok.

“Hal ini kami lakukan dalam rangka peningkatan kualitas laporan, diman laporan tahun 2017 dan sebelumnya adalah benar-benar kasus ditemukan pada tahun yang bersangkutan,”katanya.

Untuk virus HIV dari bulan Januari sampai dengan Desember 2017 jumlah infeksi HIV yang baru dilaporkan sebanyak 367 orang, dimana persentase infeksi HIV tertinggi dilaporkan pada kelompok umur 25-50 tahun (70%), diikuti kelompok umur 15-24 tahun (20%), kelompok umur 1 – 14 tahun (10%).

Sementara untuk layanan, sampai dengan Desember 2017, layanan HIV-AIDS yang aktif melaporkan data layanannya ada sekitar 16 Puskesmas, dua Rumah Sakit Pengampuh RS, layanan Kesehatan, konseling dan Tes HIV (KT), termasuk Tes HIV dan Konseling yang diprakarsai oleh Petugas Kesehatan (TIPK).

“Jumlah data program dukungan ODHA yang sudah mendapatkan pengobatan ARV sampai dengan bulan Desember 2017 sebanyak 380 orang,” ungkapnya.

Pihaknya juga melakukan pendampingan kepada pasien yang ada di Kota Depok secara rutin dan berskala.

Hendra menambahkan, Anak Dengan HIV AIDS yang Kuldesak dampingi berjumlah 47 anak, dimana mereka masih butuh bantuan dari semua pihak, terutama gizi yang sempurna pastinya.
Masih ada pekerjaan rumah untuk pemerintah yang mana layanan untuk ADHA masih belum ada seperti Pediatric, Dokter specialist, Psikolog khusus Adha belum ada.
“Kami berharap pelayanan yang belum ada bagi ADHA tahun depan sudah ada solusinya,” harapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, Kuldesak memiliki kegiatan mengadakan silaturahmi ke Puskesmas yang ada di Depok, memberi informasi terkait dengan pasien yang suspect HIV agar bisa didampingi.

“Kegiatan selanjutnya untuk temen-temen ODHA sendiri dan pengguna NAPZA ada study club untuk membahas satu masalah terkait penyakit ini. Kegiatan Hospital Visit juga dilakukan dalam bentuk kunjungan pelayanan kesehatan,” paparnya.

Melalui kegiatan tersebut Kuldesak bermitra dengan petugas kesehatan dalam penanganan penyakit tersebut.

Sebelumnya Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan, saat ini tercatat 340 orang terkena HIV/AIDS di Depok.

“Ya (penderita) HIV AIDS ini mengalami peningkatan data yang sampai ke saya saat ini ada 340 orang dan salah satu yang tertular ada yang masih bayi,” terang Idris, Senin (19/11).

Tahun 2016 penderita HIV AIDS di Kota Depok tercatat 216 orang, tahun 2017 ada 372 orang, dan tahun ini menjadi 340 orang. n CR1-JD


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here